Bacakabar.id, Tamiang Layang -Ajaib Seperti Hubungan Kakashi dan Naruto, Guru SDN Haringen Berhasil Melatih Konsentrasi Murid Tamiang Layang.
(Humas) Pengawas Pendidikan PAI Tingkat Dasar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur membagikan pengalaman ketika melaksanakan monitoring ke SDN Haringen.
Disana ia menyaksikan langsung Abdus Salim Guru Agama setempat membimbing anak didik yang mengalami kesulitan konsentrasi dalam proses pembelajaran di kelas, Rabu (28/9/2022).
Terlihat dalam video yang ia bagikan, sang guru berdiri bersama anak mendekati sebuah kolam yang tidak jauh dari ruangan kelas.

Mereka berdua mengobrol sambil menunjukkan nama-nama hewan dilingkungan alam terbuka, sepintas tampak seperti sedang bermain.
Sementara si murid terlihat aktif memahami materi dari penjelasan guru. “Ada beberapa hal yang mungkin bisa mengganggu konsentrasi siswa untuk belajar dan mereka berdua sedang berusaha menghilangkan semua faktor yang menyebabkan berkurangnya konsentrasi dengan cara menyenangkan,” jelas Lasmiany.
Menurutnya, membuat siswa selalu fokus dan konsentrasi untuk belajar memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun, tidak ada salahnya mengubah metode mengajar misalnya mengajak murid untuk belajar di luar kelas.
“Seringnya anak melamun, bengong, mengobrol dengan teman sebangku adalah tanda peserta didik tidak bisa berkonsentrasi. Bisa disebabkan karena beberapa hal, lapar karena belum sempat makan, cara kita mengajar juga bisa membuat siswa mengantuk, untuk itu ketika berada dalam kelas harus diperhatikan bagaimana konsentrasi belajar mereka, apa penyebabnya, faktor apa yang menghambat” bebernya.
Selain itu ia menambahkan, seorang guru pastinya meningkatkan konsentrasi belajar Peserta Didik. Karena kemampuan peserta didik dalam menyerap materi pelajaran juga disebabkan oleh kualitas seorang guru yang menguasai bidang ilmunya.
“Intinya begini, bila persepsi peserta didik tentang sikap mengajar guru itu baik, maka akan berpengaruh positif terhadap konsentrasi belajar peserta didik. Jika sikap guru kaku dan serius maka akan menurunkan konsentrasi belajar peserta didik,”pungkasnya. (Hawini).












