Tamiang Layang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur resmi meluncurkan buku berjudul “Jejak Islam di Barito Timur: Sejarah, Basis Dakwah, dan Tokoh-tokohnya”, Rabu (20/10/2025), di ruang Pengawas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur.
Peluncuran buku ini menjadi bentuk kontribusi MUI dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya sejarah masuknya Islam dan peran tokoh-tokohnya di wilayah Barito Timur.
Ketua MUI Barito Timur, H. Aspahani, menjelaskan buku setebal 238 halaman ini diterbitkan oleh Pustaka Pelajar pada September 2025 dan merupakan hasil penelitian yang diprakarsai MUI Barito Timur pada tahun 2024.
“Penelitian ini melibatkan akademisi dari UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Abdul Helim, S.Ag., M.Ag., dan menghasilkan temuan penting tentang sejarah awal masuknya Islam di Barito Timur,” ujarnya.
Buku tersebut mengungkap bahwa Islam diyakini masuk lebih dahulu ke Barito Timur dibandingkan wilayah lain seperti Barito Utara, Barito Selatan, dan Murung Raya. Salah satu temuan menarik adalah keberadaan Kerajaan Uria Napu Langit di wilayah Tampu Langit, di mana Raja Uria Nata dikabarkan memeluk Islam pada tahun 1750 M.
Selain membahas sejarah penyebaran Islam, buku ini juga mengangkat jalinan persaudaraan antara suku-suku Dayak Bakumpai, Dayak Maanyan, dan Dayak Lawangan, serta keterkaitannya dengan masyarakat Banjar.
Buku ini ditulis oleh tim penulis yang terdiri atas:
Drs. H. Aspahani, M.Pd., Prof. Dr. H. Abdul Helim, S.Ag., M.Ag., H. Ahmad Janawi, S.Sos.I., M.Pd.I., Hajar Gunawan, S.E., M.M., Waluyo Khayat, S.Pd., M.Pd., Suprihatin, S.Pd., dan Ardiansyah, S.Ag.
Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Timur, H. Ahmadi, menyambut baik terbitnya buku tersebut.
“Saya mengapresiasi MUI Barito Timur, para peneliti, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Buku ini akan menjadi referensi penting bagi akademisi, santri, maupun generasi muda yang ingin memahami akar sejarah Islam di Barito Timur,” tuturnya.
Peluncuran buku ini sekaligus menjadi momentum memperkuat literasi keagamaan dan pelestarian sejarah Islam di Kalimantan Tengah.












