Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
KapuasPemerintahan

Tingkatkan Efektivitas Penanganan Kebakaran, Pemkab Kapuas Bantu Kendaraan Operasional Karhutla

×

Tingkatkan Efektivitas Penanganan Kebakaran, Pemkab Kapuas Bantu Kendaraan Operasional Karhutla

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : Bupati Kapuas Wiyatno didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo menyerahkan bantuan kendaraan operasional Karhutla kepada seluruh Camat se Kabupaten Kapuas, Senin (21/4/2025) di Halaman Rujab Bupati Kapuas. (Foto : Diskominfosantik)

Kuala Kapuas – Upaya untuk mempercepat dan meningkatkan efektivitas petugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten Kapuas menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada seluruh Camat se Kabupaten Kapuas, Senin (21/4/2025).

Bertempat di Halaman Rujab Bupati Kapuas, bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Kapuas H.M Wiyatno didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo.

Adapun jenis kendaraan yang diserahkan diantaranya kendaraan operasional roda dua jenis trail, dan unit mobil Damkar dan penyelamatan.

Wiyatno dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan maksimal dan harus didukung dengan operasional yang memadai, seperti halnya kendaraan tersebut guna memudahkan petugas menjangkau wilayah-wilayah yang sulit atau tidak bisa dilewati roda empat.

“Selain operasional roda dua, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan dalam bentuk unit mobil Damkar dan penyelamatan. Kalau ada armada seperti ini, kita bisa cepat melakukan penanganan,” ujar Wiyatno.

Selanjutnya, terkait musibah banjir yang melanda di sejumlah kecamatan, Bupati Kapuas menjelaskan telah sudah melaksanakan rapat bersama sejumlah camat dari daerah yang selalu terkena banjir terkait akan dilakukannya transmigrasi lokal.

“Alhamdulillah, respon dari kementerian luar biasa. Bahkan staf Kementerian Transmigrasi sudah menghubungi kita untuk segera menyelesaikan Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) perihal rencana menentukan titik Lokasi untuk transmigrasi lokal,” imbuhnya.

Jadi sambung Wiyatno, bukan hanya sekedar relokasi, tapi transmigrasi lokal ini berkaitan dengan pembinaan selanjutnya terhadap kehidupan masyarakat karena disitu akan dibangun juga kantor desa, puskesmas, pasar dan sebagainya.

“Kalau transmigrasi lokal kan perlakuannya sama seperti transmigrasi. Mereka juga nanti akan mendapatkan jatah hidup selama 1 tahun sampai 2 tahun. Karena harapan kita, lokasi yang menjadi transmigran lokal yang baru ini memang betul-betul layak untuk ditempati, tanahnya juga subur, sehingga jatah hidup mereka dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Baca Juga  Resmi Jamhore PPK Pulang Pisau di Buka Sekda Tonny Harisinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *