Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
KotabaruPemerintahan

Tim Kesenian Kotabaru Meriahkan Aruh Sastra Kalsel ke-21

×

Tim Kesenian Kotabaru Meriahkan Aruh Sastra Kalsel ke-21

Sebarkan artikel ini

Kotabaru – Tim Kesenian asal Kabupaten Kotabaru turut berpartisipasi dalam Aruh Sastra Kalimantan Selatan ke 21 yang diselenggarakan mulai 6 – 8 Desember 2024 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Acara tahunan ini diikuti oleh perwakilan dari 13 kabupaten/kota Se Kalimantan Selatan.

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan saat membuka acara menyampaikan bahwa Aruh Sastra adalah wujud nyata tanggungjawab dalam melestarikan budaya bangsa dan bentuk cinta terhadap Banua.

Menurut Ahmad, Aruh Sastra Kalimantan Selatan ini berhasil menjadi ruang ekspresi, diskusi, dan apresiasi yang mempertemukan sastrawan, penulis, dan pecinta seni dari berbagai daerah.

“Kita harus memaknai acara ini sebagai momentum refleksi dan aksi, menjadikan Aruh Sastra sebagai tonggak kebangkitan sastra dan budaya Banua, serta menanamkan kebanggaan pada jati diri kita sebagai masyarakat Kalsel,” ujar Ahmad Bagiawan dalam pidatonya di Barabai, Sabtu (6/12/2024).

Ketua umum Tim Kesenian Kotabaru, H. Syajidan, bersama Ketua Harian, H. Ahmad Fitriadi, menyatakan bahwa partisipasi mereka dalam acara ini lebih dari sekadar berkumpulnya para sastrawan.

“Tim Kesenian Kotabaru memeriahkan Aruh Sastra Kalsel karena acara ini memiliki dampak luas, terutama bagi generasi penerus. Aruh Sastra menjadi ruang ekspresi, diskusi, dan apresiasi yang mempertemukan sastrawan, penulis, dan pecinta seni dari berbagai daerah,” ungkap H. Syajidan.

Dalam acara ini, Tim Kesenian Kotabaru, yang terdiri dari 20 anggota, menampilkan pertunjukan Musikalisasi Puisi berjudul Di Ujung Waktu Bulan Terluka. Penampilan tersebut dibacakan secara memukau oleh H. Ahmad Fitriadi.

Aruh Sastra Kalimantan Selatan tahun ini mengusung tema Mamucukani Aksara, Maranggam Sastra.

Rangkaian kegiatan ini juga meliputi seminar ekranisasi, seminar pembelajaran sastra di sekolah, mini riset, mangawah, dan pergelaran seni pada 7 Desember 2024. Acara tersebut dilanjutkan pada 8 Desember 2024 dengan workshop mini riset, diskusi sastra, pembacaan pantun, sidang pleno, dan pembagian hadiah sayembara.

Baca Juga  Dari Rombong ke Harapan: Kisah Penjual Pentol Goreng Keliling di Kotabaru yang Raup Rp700 Ribu Sehari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *