Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Terminal LPG Bima Resmi Beroperasi, Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur

×

Terminal LPG Bima Resmi Beroperasi, Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini
Terminal LPG Bima, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bima – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, resmi mengoperasikan Terminal LPG Bima, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan memperkuat ketahanan energi di Indonesia Timur.

Peresmian Terminal LPG Bima dihadiri oleh jajaran direksi Pertamina Patra Niaga, perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, serta Kejaksaan Agung RI. Acara ini menandai langkah besar dalam pemerataan akses energi, khususnya untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya.

Terminal LPG Bima menjadi infrastruktur vital dalam memperlancar distribusi LPG di Indonesia Timur. Sebelumnya, distribusi LPG ke Pulau Sumbawa mengandalkan pengiriman skid tank menggunakan kapal landing craft tank (LCT) dari Terminal LPG Lombok. Dengan adanya terminal baru ini, distribusi akan lebih efisien dan merata.

Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Dengan hadirnya Terminal LPG Bima, kami memastikan pasokan energi lebih stabil dan menjangkau masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan LPG. Ini adalah wujud nyata pemerataan energi yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Eduward.

Pembangunan Terminal LPG Bima dimulai sejak Maret 2019 dan rampung pada akhir 2023. Meskipun sempat terkendala pandemi COVID-19, proyek ini akhirnya dapat dioperasikan sesuai rencana.

Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi saat penandatanganan peresmian Terminal LPG Bima.

Sugiarto, Koordinator Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari amanat Keputusan Menteri ESDM No. 2157 K/10/MEM/2017.

“Pemerintah menugaskan pembangunan empat terminal LPG di Indonesia Timur, yakni di Jayapura, Wayame, Bima, dan Kupang. Tiga di antaranya sudah selesai dan siap beroperasi, sementara satu lagi di Kupang masih dalam tahap penyelesaian,” jelasnya.

Dalam upaya memastikan proyek ini berjalan lancar, Kejaksaan Agung RI turut berperan dalam pengawasan dan penegakan prinsip pembangunan yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

Baca Juga  Pemkab Kotabaru Borong Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Sub Koordinator Asisten Deputi Bidang Industri, Energi, Minyak, dan Gas Kementerian BUMN, Ni Kadek Yuliartani, menambahkan bahwa proyek ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian BUMN dalam aspek mediasi dan pengawasan.

“Kolaborasi antar-BUMN menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Sebagai Proyek Strategis Nasional, Terminal LPG Bima diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan industri di wilayah NTB,” ungkapnya.

Peresmian Terminal LPG Bima dihadiri oleh jajaran direksi Pertamina Patra Niaga, perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, serta Kejaksaan Agung RI.

Selain memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, keberadaan Terminal LPG Bima diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama bagi sektor UMKM yang bergantung pada LPG.

“Ketahanan energi adalah faktor utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan beroperasinya Terminal LPG Bima, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, baik dari segi stabilitas harga maupun ketersediaan pasokan,” tutup Eduward.

Dengan pengoperasian Terminal LPG Bima, Pertamina dan pemerintah semakin memperkuat fondasi energi nasional yang lebih merata dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *