Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotabaru

Tekan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Kotabaru Siapkan Posyandu Era Baru dan Perkuat Layanan Masyarakat

×

Tekan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Kotabaru Siapkan Posyandu Era Baru dan Perkuat Layanan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru H. Sugianoor menyampaikan strategi pencegahan penyakit tidak menular dan pengembangan Posyandu Era Baru.
Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru H. Sugianoor menyampaikan strategi pencegahan penyakit tidak menular dan pengembangan Posyandu Era Baru. (Foto dok. Sholeh/BK).

KOTABARU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotabaru terus menggencarkan berbagai langkah strategis untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Langkah ini menjadi fokus utama pemerintah daerah mengingat kasus PTM seperti diabetes, hipertensi, dan tuberkulosis (TB) masih mendominasi dan bahkan menjadi penyumbang kematian tertinggi di Kotabaru.

Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, H. Sugianoor, mengatakan bahwa dari 12 jenis Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, PTM masih menjadi tantangan terbesar. Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai upaya pencegahan di semua lapisan masyarakat.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk rutin mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta menjaga lingkungan tetap bersih. Upaya promotif dan preventif ini sangat penting untuk menekan angka PTM,” ujar Sugianoor, Rabu (1/10/2025).

Tidak hanya itu, masyarakat juga didorong untuk aktif memanfaatkan Posbindu PTM dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Saat ini, layanan tersebut tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga menyentuh kelompok remaja hingga dewasa guna memperluas jangkauan deteksi dini.

Sugianoor mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026, Kotabaru akan menerapkan Posyandu Era Baru sesuai PMK No. 13 Tahun 2025. Jika sebelumnya posyandu hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, kini perannya diperluas menjadi pusat layanan yang mencakup bidang kesehatan, sosial, pendidikan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, pemberdayaan masyarakat dan BUMDes, serta ketertiban dan keamanan lingkungan. Dengan konsep baru ini, posyandu tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga ruang penyelesaian persoalan sosial, perumahan, hingga keamanan lingkungan di tingkat desa.

Meski demikian, Sugianoor tidak menampik masih ada pekerjaan besar, khususnya dalam penanganan stunting. Angkanya tercatat meningkat dari 20,1% menjadi 23,2%. Untuk itu, Dinkes akan memperkuat peran kader posyandu agar lebih proaktif dalam melakukan screening, kunjungan rumah, dan edukasi gizi kepada ibu hamil serta balita berisiko stunting.

Baca Juga  Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Kotabaru Lantik Pj Sekda Eka Saprudin

“Kader tidak hanya menunggu di posyandu, tetapi juga turun langsung ke rumah-rumah memberikan edukasi dan pendampingan,” tegasnya.

Selain penguatan sumber daya manusia, Dinkes juga menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk mendukung program kesehatan masyarakat. Sinergi ini terbukti efektif, di mana Kotabaru berhasil meraih peringkat pertama dalam penilaian Germas tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun lalu.

Sugianoor optimistis, kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dapat menurunkan angka PTM ke depan.

“Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat sudah mulai meningkat. Sekarang tinggal bagaimana kita mengevaluasi apakah perubahan perilaku tersebut benar-benar berdampak pada penurunan kasus PTM,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *