Kotabaru – Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Dirgahayu Kotabaru, merupakan salah satu SDN yang menjadi barometer pelaksanaan kegiatan Kurikulum Merdeka Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 dengan tema Kewirausahaan yang pertama dilaksanakan ditingkat SD.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu inovasi yang bertujuan untuk memberikan siswa pengalaman nyata dalam mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila melalui serangkaian aktivitas proyek pembelajaran baik dalam maupun diluar kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Pembinaan Bidang Sekolah Dasar, Hasan Basri,S.Pd.M.Pd., menyampaikan, P5 berfokus pada penguatan karakter siswa, seperti semangat gotong royong, toleransi, integritas dan tanggung jawab sosial.
Selain itu ada 6 dimensi dalam P5 dalam kurikulum merdeka dan enam dimensi profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong bernalar kritis dan Kreatif.
“Dengan P5 ini, siswa dapat berkreasi sendiri dan berkreatif, sehingga nantinya dapat mandiri namun tetap memperhatikan kearifan lokal sesuai usaha pembuatan bahan makanan seperti pentol, nutge dan Es Cincau dan lainnya sesuai tema Kewirausahaan,” Beber Hasan Basri kepada awak media ini Sabtu (30/9/2023).
Kepala Sekolah SDN 1 Dirgahayu,H Mukarrom,S.Pd.SD., menjelaskan, P5 dalam kurikulum merdeka khususnya Kewirausahaan, sangat berdampak sama siswa dimulai kelas 1 sampai kelas Vl, karena diberikan pelajaran tentang bagaimana cara berusaha dan nantinya kelak bisa berusaha mandiri.
P5 dalam kurikulum merdeka,siswa di bimbing secara bertahap sesuai jenjang Kelas.Kelas 1 dan Kelas Il diberikan bahan yang mudah dan ringan misalnya Kelapa, di dalamnya ada santan, untuk mudah dikerjakan.Untuk Kelas lll dan Kelas IV diberikan bahan Pisang, Karena Pisang ini juga mudah untuk dikelola dan Kelas V dan Kelas VI diberikan bahan penyediaan Ikan sebab daerah Kotabaru merupakan daerah penghasil ikan.
Lanjut H Mukarrom, adanya Kurikulum P5 sesuai tema Kewirausahaan, maka harapan nantinya bisa anak-anak memandirikan diri sendiri untuk memenuhi keinginan dia misalnya bila dia berkeinginan untuk makan pentol cukup membuat sendiri tanpa harus membeli.
“Saya berharap kepada anak-anak dapat lebih mandiri supaya lebih maju dan bisa berkreatif sendiri,” Imbuhnya.
Sementara Komite Sekolah SDN 1Dirgahayu,Khairian Ashari, S.STP.M.Si mengatakan, Sekolah Dasar Negeri 1 Dirgahayu merupakan sekolah inovatif dalam menjabarkan Kurikulum Merdeka dalam bentuk ke Wirausahawan bagi siswa, Komite Sekolah sangat mengapresiasi sejak dini dimana siswa diluar kelas sudah diajarkan kewirausahaan.
Kewirausahaan yang diberikan siswa agar sejak dini agar memiliki pengalaman tentunya kelak tidak mempunyai mental karyawan tapi memiliki metal wirausaha.
“Apa yang dilakukan oleh sekolah tetap menyesuaikan pada kurikulum merdeka dan disesuaikan secara faktual yang memungkinkan sekolah ini,”ucap Khairian Anshari.
“Alhamdulillah, produk yang dihasilkan buah karya anak-anak tidak kalah enaknya dari produk diluar dan diharapkan pemerintah dapat memfasilitasi hasil produk hasil karya Meraka dan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah selain,” ungkapnya.
Perwakilan orang tua murid dari, Muhammad Calief Tristan Attahariz, Dr Andrian Wijaya mengatakan, hasil produk yang dihasilkan mempunyai nilai jual yang bisa bersaing dan sangat berkualitas yang dijamin secara kesehatan.
Jadi, kata Andrian Wijaya, anak-anak siswa melakukan kegiatan dengan hasil produk mereka, sudah barang tentu mempunyai mindset kewirausahaan sesuai dalam kurikulum merdeka.
“Dan orang tua murid akan selalu memantau dan memilih makanan apa yang bisa di konsumsi secara sehat untuk kesehatan,”Imbuhnya. (Wan)












