Bacakabar.id – Pulang Pisau, PT.Kahayan Berseri bekerjasama DPC PPWI sosialisasikan pengolahan Karet di Gedung Balai Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantam Tengah. Senin (27/6/2022).
Pada Kesempatan ini Narasumber dari PT. Kahayan Berseri yang disampaikan Oleh Wahyudi, pada saat Pembukaan acara.
Wahyudi, menjelaskan Bahwa PT. Kahayan Berseri adalah Perusahaan Industri Pengolahan Karet yang mana hasil dari olahan tersebut akan di eksport, sehingga warga Pulang Pisau Patut bangga.
“Sedangkan untuk eksport itu sendiri Perusahaan wajib mengetahui rantai pemasok dan keberlajutan bahan olahan karet tersebut.” Ungkap Wahyudi.
Sehingga pada tinggkat hulu terciptanya perekonomian yang baik, baik untuk patani dan untuk pemasok ataupun koperasi.
Selanjutnya, Narasumber PT.Kahayan Berseri lainya, Mia Maulidya menyampaikan materi tentang GPSNR, Pentinggnya Pengurangan Kerusakan Hutan dan NKT.
GPSNR merupakan lembaga non profit dunia yang dibentuk untuk menentukan rantai nilai karet alam berkelanjutan. Mia menambahkan para pemimpin dunia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Glasgow (COP26) menyatakan tekad untuk mengakhiri dan mengatasi dampak penggundulan hutan pada tahun 2030 nanti.
“Oleh sebab itu PT.Kahayan Berseri kembangkan Hutan Tanaman Karet Alam Berkelanjutan tanpa kontribusi deforestasi kepada masyarakat setempat untuk mewujudkan komitmen terhadap kinerja bisnis, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan” Terang Mia.
Menurutnya, Strategi ini juga mengembangkan inklusi sosial dengan melakukan pelibatan masyarakat lokal dan mengembangkan kemitraan dengan para petani hutan di sekitar perusahaan.
Salah satu program utama yang dilakukan adalah pemberdayaan petani dan pemasok karet serta Pemerintah Desa dan BPD.
Selain Mia , Felik Nikander juga menyampaikan materi tentang jenis bokar yang dapat diterima oleh PT. Kahayan Berseri.
“Bokar yang baik adalah bokar yang dikelola dengan cara menggunakan pengeras alami, asam semut atau diorab, Sedangkan penyimpatan bokar yang baik adalah tidak direndam” Ujar Felik.
Karena Perlakukan ini akan berpengaruh terhadap kualitas bokar, dan tidak kalah penting adalah masyarakat dapat menjaga bokar dari berbagai jenis kotaminasi seperti kayu, vulkanisat dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan menurunnya kualitas karet itu sendiri. (Lia)












