BANJARBARU – Warga Jalan RO Ulin Gang Sapta Warga, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, dikejutkan oleh penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di kebun belakang rumah warga, Kamis (29/1/2026) sore.
Korban diketahui bernama Amanul Yaqin (25), warga Desa Rangas, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang sementara tinggal di kawasan tersebut.
Penemuan bermula ketika seorang warga mendengar suara benturan keras dari arah kebun belakang rumahnya sekitar pukul 16.37 Wita. Saat dicek, korban ditemukan tergeletak tanpa mengenakan baju, bersimbah darah, dengan kondisi pohon pisang di sekitar lokasi rusak. Peristiwa itu segera dilaporkan ke aparat setempat.
Petugas Polres Banjarbaru yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RS Idaman Banjarbaru untuk pemeriksaan medis.
Hasil penyelidikan awal kepolisian mengarah pada dugaan bunuh diri. Berdasarkan temuan di lapangan, korban diduga terjatuh dari menara BTS yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Menara tersebut memiliki ketinggian sekitar 42 meter.
Di sekitar area tower, polisi menemukan pakaian milik korban berupa kaus biru dan sarung cokelat yang tergantung di kawat pengaman, serta kondisi pagar yang terbuka dan diduga menjadi akses masuk ke area menara.
Keterangan saksi dan data kepolisian juga mengungkap bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum selama beberapa tahun. Bahkan, korban disebut sempat melakukan percobaan bunuh diri beberapa jam sebelum kejadian, namun berhasil digagalkan.
Hasil visum sementara menunjukkan korban mengalami luka berat di bagian kepala, pendarahan hebat, serta patah tulang pada paha kanan akibat benturan keras. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada keterlibatan pihak lain.
Jenazah korban hingga kini masih berada di RS Idaman Banjarbaru. Proses pemakaman rencananya akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Banjarbaru melalui dinas terkait, mengingat keterbatasan ekonomi keluarga korban.












