Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Peristiwa

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur Jadi 5 Orang

×

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur Jadi 5 Orang

Sebarkan artikel ini
Kerusakan parah pada gerbong KRL Commuter Line akibat tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Kondisi rangkaian kereta yang rusak parah usai tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

BEKASI — Jumlah korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, bertambah menjadi lima orang.

Proses evakuasi korban masih terus berlangsung hingga Selasa (28/4/2026). Petugas di lapangan menghadapi kendala akibat kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan jumlah korban masih berpotensi berubah seiring proses pencarian dan evakuasi yang belum selesai.

“Sementara ini korban ada lima. Proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi angka final,” ujarnya.

Syafii menjelaskan, upaya evakuasi terkendala material kereta yang kuat dan saling terjepit, sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau korban.

“Material yang kami hadapi adalah logam dengan kekuatan tinggi, sehingga membutuhkan penanganan khusus,” katanya.

Selain itu, keterbatasan ruang di dalam gerbong yang ringsek menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat.

“Space untuk melakukan tindakan sangat terbatas. Baik dari luar maupun dari dalam, semuanya memiliki kendala,” jelasnya.

Basarnas memastikan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati tanpa menggeser rangkaian kereta, mengingat masih ada korban yang diduga berada di dalam, termasuk yang masih bisa diajak berkomunikasi.

Dalam proses penyelamatan, tim menggunakan metode ekstrikasi dengan teknik pemotongan bertahap untuk memisahkan korban dari material yang menghimpit.

“Kami melakukan pemotongan secara perlahan, kemudian mengangkat material agar korban bisa dievakuasi dengan aman,” ujarnya.

Proses evakuasi dilakukan tanpa henti dengan sistem pergantian personel. Tim juga melakukan pencarian menyeluruh di setiap gerbong untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal

Baca Juga  Meski Kasus Kecelakaan Turun, Korban Meninggal di Kalteng Justru Meningkat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *