Kebumen, Bacakabar — Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). Di atas lahan 100 hektare, Kepala Negara meninjau langsung proses panen udang vannamei hingga sortir sebelum dipasarkan.
Prabowo menyaksikan sendiri panen ke-8 di kawasan yang dikembangkan dengan konsep modern dan tata kelola terpadu. “Saya melihat sendiri, ini sangat menjanjikan,” ujarnya.
Ia membeberkan angka yang membuat optimistis: satu hektare mampu menghasilkan 40 ton udang. Dengan harga Rp70 ribu per kilogram, nilai per ton menembus Rp70 juta. “Luar biasa,” katanya.
Kawasan ini memiliki 206 petak kolam dengan nilai produksi sekitar Rp67,2 miliar per siklus. Dalam setahun, potensinya bisa mencapai Rp134,4 miliar. Sebanyak 650 tenaga kerja lokal terserap di BUBK Kebumen.
Prabowo menyebut Indonesia punya peluang besar menjadi produsen udang nomor satu dunia. Pemerintah tak berhenti di Kebumen. Proyek serupa dalam skala lebih besar tengah digarap di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. “Kita sudah membangun di Waingapu 2.000 hektare,” ungkapnya.
BUBK Kebumen diharapkan menjadi model transformasi budi daya tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi dan ramah lingkungan. Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. TNI disebut berkomitmen mendukung swasembada pangan dan pembangunan sektor kelautan melalui sinergi lintas sektor.












