Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarmasin

Polda Kalsel Tertibkan Dugaan Pungli Sopir Truk di SPBU Banjarmasin

×

Polda Kalsel Tertibkan Dugaan Pungli Sopir Truk di SPBU Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dugaan aksi premanisme dan pungli terhadap sopir truk di area SPBU saat antre BBM subsidi di Banjarmasin.
Ilustrasi dugaan aksi premanisme terhadap sopir truk di area SPBU. Praktik pungutan liar dan intimidasi terhadap pengantre BBM subsidi menjadi sorotan aparat kepolisian di Banjarmasin. (Foto ilustrasi dibuat menggunakan AI)

BANJARMASIN — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan bergerak cepat menindaklanjuti dugaan praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk di sejumlah SPBU di Banjarmasin.

Langkah itu dilakukan setelah video dugaan pemalakan terhadap sopir truk yang mengantre BBM subsidi jenis Bio Solar ramai beredar di media sosial. Dalam video tersebut, muncul keluhan sopir terkait adanya pungutan uang antrean agar kendaraan bisa masuk jalur pengisian BBM.

Tim Resmob Macan Kalsel kemudian diterjunkan untuk melakukan patroli dan penindakan di sejumlah titik yang dianggap rawan praktik pungli dan gangguan keamanan.

Salah satu operasi dilakukan di kawasan SPBU Banua Anyar, Banjarmasin. Sejumlah orang yang diduga terlibat praktik pungutan terhadap sopir truk diamankan petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan sopir, pungutan yang diminta bervariasi, mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah agar kendaraan mendapat akses antrean pengisian BBM lebih cepat. Namun, besaran pungutan maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu masih dalam pendalaman aparat kepolisian.

Seorang petugas di lapangan menyebut langkah penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban di area SPBU dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para sopir angkutan barang.

“Penindakan ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan praktik premanisme di area SPBU,” ujarnya.

Polda Kalsel juga memastikan pengawasan di sejumlah SPBU akan diperketat guna mencegah munculnya praktik pungutan liar yang berpotensi mengganggu distribusi BBM subsidi.

Di sisi lain, langkah cepat aparat mendapat respons positif dari para sopir truk dan masyarakat. Mereka berharap penertiban dilakukan secara berkelanjutan agar antrean BBM berjalan tertib tanpa adanya pungutan di luar ketentuan.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Kalsel Dorong Pendirian SLB di Satui untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *