Banjarmasin – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. M. Alpiya Rahman menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Ia mendorong pendirian Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, karena sekitar 300 anak di wilayah itu belum mendapat akses pendidikan layak.
Saat sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Posko Relawan Peduli Kemanusiaan Satui, Alpiya menyampaikan bahwa saat ini satu-satunya SLB berada di Batulicin. Lokasi tersebut dinilai terlalu jauh bagi masyarakat Satui.
“Kebanyakan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tergolong ekonomi ke bawah, sehingga sulit menjangkau Batulicin,” kata Alpiya di Banjarmasin, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, pendidikan inklusif perlu diperkuat dengan sarana prasarana memadai, pelatihan guru, dan kurikulum fleksibel agar anak berkebutuhan khusus dapat berkembang optimal.
Selain pemerintah, ia menekankan peran orang tua melalui dukungan dan kerja sama dengan lembaga terkait. “Kita upayakan SLB hadir di Satui agar anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang layak dan setara,” ujarnya.
Alpiya yang berasal dari Satui menyebut, masyarakat setempat sangat berharap kehadiran SLB di kampung halamannya. Data yang ia himpun menunjukkan sedikitnya 300 anak berkebutuhan khusus di Satui membutuhkan lembaga pendidikan sesuai kebutuhan mereka.












