Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjar

Polda Kalsel Panen 1.000 Ton Jagung dari Lahan Gambut, Dukung Swasembada Pangan Nasional

×

Polda Kalsel Panen 1.000 Ton Jagung dari Lahan Gambut, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan bersama Gubernur Kalimantan Selatan memanen jagung perdana di lahan gambut Sei Tabuk sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan bersama Gubernur Kalimantan Selatan memanen jagung perdana di lahan gambut Sei Tabuk sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

BANJAR – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mencatat capaian signifikan dalam program ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan gambut menjadi lahan produktif. Melalui panen raya yang digelar Sabtu (27/9/2025) di Kecamatan Sei Tabuk, Kabupaten Banjar, Polda Kalsel berhasil memanen 1.000 ton jagung sebagai bagian dari strategi swasembada pangan 2025.

Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif pemanfaatan lahan tidur yang dimulai sejak 2024. Dari total lahan gambut seluas lebih dari 12.000 hektare, sekitar 900 hektare telah berhasil ditanami jagung dan kini menghasilkan panen melimpah. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa lahan gambut yang sebelumnya dianggap tidak produktif dapat diolah menjadi sumber pangan potensial.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyampaikan pernyataan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., yang menilai hasil panen kali ini menunjukkan peningkatan baik dari sisi produksi maupun luasan lahan dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Panen ini menunjukkan hasil kerja keras bersama. Kami berterima kasih kepada Gubernur Kalimantan Selatan yang telah mendukung dengan bantuan empat unit Corn Combine Harvester, serta PT BOS yang memberikan dua unit dryer,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan, ke depan Polda Kalsel akan memperluas program ini dengan rencana panen di wilayah Sungai Danau seluas 50 hektare pada kuartal IV. “Ini mungkin pertama kalinya di Indonesia kita berhasil menanam jagung di lahan basah. Keberhasilan ini terwujud berkat kerja sama pentahelix antara pemerintah, media, masyarakat, dan akademisi,” ujarnya.

Rosyanto juga mengakui bahwa proses penanaman jagung di lahan gambut tidak mudah. Tim menghadapi tantangan seperti kadar pH tanah yang masih rendah di bawah 5, padahal idealnya minimal 5,5, serta pengendalian air yang tinggi di area lahan basah. Namun, kerja kolaboratif lintas sektor berhasil mengatasi hambatan tersebut dan menghasilkan panen yang menjanjikan.

Baca Juga  Polres Banjar Ungkap 3 Kasus Besar Selama Sepekan: 13 Tersangka Diamankan

Hasil panen ini akan didistribusikan ke Perum Bulog dan disalurkan langsung kepada sejumlah offtaker besar seperti Japfa Comfeed dan Charoen Pokphand. Pada hari panen, Polda Kalsel langsung mengirim 30 ton jagung ke Bulog untuk memperkuat pasokan pangan nasional.

Panen raya kuartal III ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Kabinda Kalsel, Wakapolda Kalsel, sejumlah pejabat utama Polda Kalsel, Kapolres Banjar, serta perwakilan dari Bulog, PT Inhutani I, akademisi, tokoh masyarakat, dan kelompok tani.

Keberhasilan ini menegaskan peran kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak ketahanan pangan nasional melalui inovasi pertanian yang adaptif dan kolaboratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *