Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Nasional

Pertamina Pasang PLTS, Tenda Pengungsi Aceh Tamiang Terang di Malam Hari

×

Pertamina Pasang PLTS, Tenda Pengungsi Aceh Tamiang Terang di Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Pemasangan PLTS oleh Pertamina di tenda pengungsian korban banjir bandang Aceh Tamiang untuk penerangan malam hari
Relawan Pertamina Peduli memasang pembangkit listrik tenaga surya di tenda pengungsian warga terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG — PT Pertamina (Persero) menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menerangi tenda-tenda pengungsian warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Fasilitas listrik darurat ini mulai beroperasi sejak Sabtu (13/12/2025) di sejumlah posko pengungsian yang sebelumnya gelap akibat padamnya jaringan listrik.

Sebanyak tujuh unit PLTS dengan kapasitas masing-masing 590 watt peak dipasang di lokasi pengungsian. Sistem tersebut dilengkapi inverter 1.000 watt, baterai 2.000 watt hour, serta tujuh unit lampu LED tenaga surya berdaya 40 watt. Seluruh perangkat didatangkan dari Jakarta dan dirakit langsung di lapangan oleh relawan Pertamina Peduli.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pemasangan PLTS merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana.

“PLTS ini kami hadirkan untuk membantu kebutuhan dasar pengungsi, khususnya penerangan di malam hari dan akses pengisian daya alat komunikasi,” ujar Baron.

Menurut Baron, setiap unit PLTS mampu menyuplai listrik hingga delapan jam per hari. Kehadiran listrik menjadi krusial bagi aktivitas pengungsi, mulai dari ibadah, distribusi bantuan, hingga kegiatan anak-anak di tenda pengungsian.

Relawan Pertamina Peduli, M. Abassi Ali Bilhadj, menyebut proses perakitan satu unit PLTS memakan waktu sekitar dua jam sebelum dapat dioperasikan.

“Di tengah keterbatasan BBM untuk genset, PLTS ini sangat membantu. Anak-anak bisa belajar dan warga bisa beribadah dengan lebih nyaman pada malam hari,” ujarnya.

Hingga dua pekan pascabanjir bandang, sebagian wilayah Aceh Tamiang masih sulit diakses. Sejumlah desa hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua. Kondisi tersebut menghambat distribusi bantuan, termasuk pasokan listrik dan air bersih.

Selain PLTS, Pertamina juga menyalurkan bantuan BBM, LPG, layanan kesehatan, sanitasi, dan air bersih untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus hadir di wilayah bencana sebagai bagian dari upaya kemanusiaan sekaligus dukungan terhadap target pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga  Rapat Bareng Prabowo, Pertamina Laporkan Percepatan Distribusi Energi di Wilayah Bencana Sumatera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *