KBRI Kairo menyatakan peluang pembukaan restoran dan kafe Indonesia di Kairo, Mesir, semakin terbuka seiring besarnya potensi pasar dan dukungan pemerintah setempat.
Tim Ekonomi dan Perdagangan KBRI Kairo memberikan pendampingan kepada Manajer Marketing Internasional Khailash Group Corp, Wahyu Hidayatullah, yang berencana membuka kafe dan restoran di Kairo, belum lama ini.
Pendampingan tersebut berawal dari kunjungan Wahyu ke KBRI Kairo untuk memperoleh informasi terkait tata cara berbisnis dan berinvestasi di Mesir. Ia diterima oleh Fungsi Ekonomi KBRI Kairo Rifki Rustam Arsyad, Atase Perdagangan KBRI Kairo M. Syahran Bhakti, serta staf KBRI.
Dalam pertemuan itu, Wahyu memaparkan rencana pembukaan restoran dan kafe dengan membawa merek Aceh Authentic Resto & Coffee, yang telah beroperasi di Bandung, Surabaya, dan Bali.
Menanggapi rencana tersebut, Rifki menilai pembukaan restoran dan kafe Indonesia di Kairo sangat memungkinkan. Saat ini, terdapat lebih dari 18 ribu mahasiswa Indonesia yang menetap di Kairo dan sekitarnya.
“Ini merupakan target pasar yang sangat potensial,” ujar Rifki, Minggu (14/12).
Ia menambahkan, kemudahan investasi juga didukung oleh pengalaman Khailash Group dalam mengelola bisnis serupa serta keberadaan standar operasional prosedur yang telah matang.
“KBRI Kairo juga telah memiliki contact person dari pemerintah Mesir yang siap membantu dan memberikan kemudahan bagi investor Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Kairo M. Syahran Bhakti mengungkapkan bahwa produk Indonesia, khususnya kopi, sudah memiliki pangsa pasar kuat di Mesir. Konsumsi kopi robusta Indonesia tercatat menguasai sekitar 60 persen pasar kopi Mesir.
“Hal ini menunjukkan kopi Indonesia sudah sangat dikenal di Mesir. Pembukaan kafe dinilai sangat potensial untuk segera direalisasikan,” ujarnya.
Selain kopi, Syahran menyebut rempah-rempah Indonesia juga telah lama diimpor ke Mesir, sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi pengusaha Indonesia yang ingin membuka restoran di negara tersebut.
“Ini menjadi modal penting bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas bisnis kuliner di Mesir,” pungkasnya.












