Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pertamina Gandeng Rutan Kebumen, UMKM Binaan Libatkan Warga Binaan Olah Limbah Pelepah Pisang

×

Pertamina Gandeng Rutan Kebumen, UMKM Binaan Libatkan Warga Binaan Olah Limbah Pelepah Pisang

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Rutan Kebumen mengolah pelepah pisang menjadi serat alami melalui program UMKM binaan Pertamina.
Warga binaan Rutan Kebumen mengikuti proses pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami dalam program Pertapreneur Aggregator Pertamina (Foto dok. Pertamina)

KEB UMEN — Upaya pemberdayaan ekonomi berbasis inklusi sosial mulai menemukan bentuk nyatanya. Melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG), Pertamina mendorong UMKM binaannya untuk terlibat langsung dalam penguatan kapasitas kelompok rentan, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Salah satu kolaborasi yang kini berjalan adalah kemitraan antara PT Agrominafiber Java Indonesia dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen.

Program ini mengintegrasikan pembinaan kemandirian warga binaan dengan kebutuhan riil industri berkelanjutan. Limbah pelepah pisang yang sebelumnya tak bernilai kini diolah menjadi serat alami ramah lingkungan dengan potensi pasar hingga ekspor. Model ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka ruang pembelajaran keterampilan produktif bagi warga binaan.

PT Agrominafiber Java Indonesia, sebagai UMKM binaan Pertamina, mengembangkan skema produksi yang melibatkan warga binaan dalam rantai pasok perusahaan. Dalam tahap awal, sekitar satu ton bahan baku telah disalurkan ke Rutan Kebumen tak lama setelah pelatihan perdana. Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku perusahaan—dari total 15 ton—ditargetkan berasal dari hasil produksi warga binaan.

Implementasi program ini ditinjau langsung oleh Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina dalam kunjungan lapangan pada awal pekan lalu. Peninjauan dilakukan untuk memastikan standar kualitas, kesinambungan produksi, serta dampak sosial program berjalan seiring dengan tujuan bisnis UMKM.

Dari sisi lembaga pemasyarakatan, kolaborasi ini dinilai memberi arah baru bagi pembinaan kemandirian. Meski masih berjalan singkat, hasil awal menunjukkan respons positif, baik dari warga binaan maupun mitra usaha. Program ini diproyeksikan menjadi bekal keterampilan yang relevan ketika warga binaan kembali ke masyarakat.

Hasil pelatihan tahap awal menunjukkan kemajuan signifikan. Warga binaan telah mampu menghasilkan serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat, dengan target produksi sekitar tiga ton per bulan. Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar perusahaan, sementara sisanya masih dalam proses penyempurnaan teknik.

Baca Juga  Arus Balik Lebaran 2026, Pertamina Perkuat Layanan Energi di Jalur Padat

Selama pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan menyeluruh, mulai dari teknik produksi, peningkatan kerapian hasil, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan proses produksi berjalan efisien sekaligus ramah lingkungan.

Pertamina menilai sinergi antara UMKM binaan dan lembaga pemasyarakatan sebagai strategi agregasi yang berkelanjutan. Selain memperkuat pasokan bahan baku, kolaborasi ini menghadirkan dampak sosial yang terukur melalui peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja warga binaan.

Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina menargetkan model ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *