JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil langkah untuk mengendalikan kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran yang terjadi akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.
Menurut Pramono, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memantau perkembangan harga di lapangan untuk menentukan langkah pengendalian yang diperlukan.
“Kami akan mengontrol. TPID akan mengontrol mengenai perubahan atau kenaikan ini. Pemerintah DKI Jakarta segera akan menangani ini,” kata Pramono, Sabtu (18/7/2026).
Pramono menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi minimnya pasokan dari sejumlah daerah akibat kondisi cuaca dan ancaman kekeringan.
Meski demikian, ia menegaskan inflasi di Jakarta masih terkendali. Hingga Juni 2026, inflasi bulanan Jakarta tercatat 0,41 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 0,44 persen.
Sementara itu, inflasi tahunan Jakarta mencapai 2,78 persen (year on year/yoy), juga lebih rendah dibanding inflasi nasional yang berada di angka 3,34 persen.
“Sampai bulan Juni kemarin, inflasi Jakarta merupakan yang terendah di Pulau Jawa,” ujar Pramono.











