Jakarta, bacakabar — PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inovasi ini menjadi fokus dalam gelaran Pertamina Investor Day 2025, Rabu (16/7) di Jakarta.
Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, menyatakan bahwa SAF merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Dalam dua tahun terakhir, kami sudah tiga kali uji pasar SAF dan proses sertifikasi di seluruh rantai distribusi. Kami ingin memastikan SAF memenuhi standar industri dan siap digunakan maskapai,” ujar Harsono, Sabtu (19/7/2025).
Harsono juga menegaskan pentingnya kemitraan strategis lintas sektor untuk mempercepat adopsi SAF, sejalan dengan peta jalan yang dicanangkan pemerintah.
“Kami tengah menjajaki kolaborasi dengan penyedia teknologi agar pengembangan SAF lebih masif. Ini langkah kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hijau,” ujarnya.
Selain SAF, Pertamina Patra Niaga juga memasarkan bahan bakar rendah karbon lain seperti Biosolar dan Pertamax Green 95, sebagai bagian dari proses dekarbonisasi sektor hilir.
Pertamina optimistis SAF akan menjadi game changer dalam transisi energi sektor penerbangan dan membuka peluang energi terbarukan nasional.
“SAF bukan sekadar produk, ini simbol kesiapan Indonesia memimpin transisi energi sektor aviasi,” tutup Harsono.
SAF Pertamina telah memperoleh sertifikasi ISCC CORSIA dan ISCC EU, sehingga layak dipasarkan secara global. Pada 2023, Pertamina menggelar uji coba SAF bersama Garuda Indonesia dalam penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Adi Soemarmo Solo.
Pertamina juga menguji SAF di ajang Bali International Airshow 2024 bersama Citilink, Pelita Air, dan Virgin Australia.












