Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Jakarta

Ngabuburit Unik di Jakarta, Komunitas Salsa Tetap Aktif Menari Selama Ramadan

×

Ngabuburit Unik di Jakarta, Komunitas Salsa Tetap Aktif Menari Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
Komunitas salsa Jakarta menari bersama saat kegiatan ngabuburit Ramadan 2026 di dalam ruangan.
Peserta komunitas Salsa berlatih dan menari bersama dalam kegiatan ngabuburit sehat di Jakarta, Minggu (22/2/2026), memadukan olahraga, musik, dan silaturahmi selama Ramadan.

Jakarta – Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit biasanya identik dengan berburu takjil atau sekadar bersantai. Namun suasana berbeda terlihat di Jakarta pada Minggu (22/2/2026). Sekitar 100 anggota komunitas tari Salsa justru memilih tetap aktif bergerak, memadukan olahraga dansa dengan kebersamaan selama Ramadan.

Di tengah irama musik Latin yang enerjik, para peserta tampak menikmati gerakan tari sambil menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas ini menjadi bukti bahwa ibadah puasa bukan penghalang untuk tetap produktif dan menjalani gaya hidup sehat.

Tarian Salsa yang dikenal dinamis bukan hanya menghadirkan keindahan gerakan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Gerakan cepat dan berpola mampu meningkatkan detak jantung secara stabil sehingga membantu memperkuat sistem kardiovaskular. Dalam satu sesi menari selama satu jam, aktivitas ini bahkan dapat membakar sekitar 300 hingga 500 kalori, setara dengan olahraga lari ringan atau bersepeda.

Selain manfaat fisik, Salsa juga membantu melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh melalui pola langkah kaki yang kompleks. Iringan musik Latin yang ceria turut memicu pelepasan hormon endorfin yang berperan mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Meski sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme peserta tidak surut. Pesertanya datang dari berbagai kalangan, mulai anak muda hingga pasangan lansia yang tetap lincah mengikuti tempo musik. Ryan Latino, salah satu penari sekaligus penyanyi yang hadir, mengatakan kecintaan terhadap musik menjadi alasan utama mereka tetap bersemangat.

Ia mengaku aktivitas dansa memberikan pengalaman berbeda dibanding olahraga konvensional. Menurutnya, interaksi sosial dan suasana menyenangkan membuat rasa lelah terasa lebih ringan setelah berbuka puasa.

Keseruan acara semakin terasa dengan iringan musik live dari Jakarta Precious Salsa Band. Para musisi harus menjaga tempo secara presisi agar selaras dengan langkah para penari. Randy Santa Maria, salah satu personel band, menyebut menjaga ritme menjadi tantangan tersendiri karena sedikit perubahan tempo dapat memengaruhi gerakan penari.

Baca Juga  Wakasad Pimpin Laporan Korps 13 Pati Naik Pangkat

Selama Ramadan 2026, kegiatan komunitas ini dijadwalkan berlangsung setiap hari Minggu mulai pukul 19.00 hingga 23.30 WIB agar peserta dapat menari dalam kondisi energi yang optimal setelah berbuka.

Tren awal tahun ini menunjukkan aktivitas komunitas berbasis hobi semakin diminati warga Jakarta sebagai alternatif gaya hidup sehat di tengah padatnya rutinitas kota. Salsa pun menjadi ruang berkumpul yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mempererat relasi sosial selama bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *