PERTAMINA Patra Niaga memastikan suplai BBM dan LPG bagi masyarakat tetap berjalan meski banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi cuaca ekstrem sejak awal pekan memutus sebagian akses darat, namun distribusi energi tetap diupayakan melalui berbagai skema darurat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan seluruh tim lapangan bekerja menyesuaikan pola suplai dengan kondisi yang berubah cepat di sejumlah titik.
“Kami memastikan masyarakat tetap dapat mengakses BBM. Ketika akses utama terputus, tim mencari jalur alternatif agar penyaluran tidak berhenti,” kata Roberth, Jumat (28/11/2025).
Banjir tinggi, material longsor, serta jembatan amblas membuat sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui mobil tangki. Di beberapa wilayah, hanya kendaraan kecil yang memungkinkan melintas sehingga distribusi BBM dan LPG harus diatur ketat. Situasi ini memerlukan koordinasi intensif dengan BPBD, pemerintah daerah, dan aparat untuk membuka jalur evakuasi maupun distribusi.
Untuk suplai laut, Pertamina mencatat kondisi mulai stabil. Tiga kapal telah berhasil sandar dan melakukan pembongkaran, sementara empat kapal lainnya bersiaga sebagai floating stock untuk memperkuat ketahanan suplai regional. Stok solar dan pertalite disebut aman hingga dua pekan ke depan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan gangguan operasional juga terjadi di sejumlah SPBU yang terdampak banjir, mulai dari air yang masuk ke tangki pendam hingga drive-way tergenang.
“Saat ini 655 dari total 709 SPBU masih beroperasi melayani masyarakat,” ujarnya.
Distribusi LPG juga menghadapi kendala karena akses jalan yang rusak membuat tabung kosong maupun tabung penuh sulit berpindah dari agen ke SPBE dan sebaliknya.
Meski demikian, upaya pemulihan menunjukkan perkembangan. Beberapa jalur alternatif sudah mulai dibuka, sehingga SPBU dan agen prioritas kembali dapat menerima suplai. Sejumlah SPBE yang sebelumnya berhenti operasi juga mulai kembali mengisi tabung secara terbatas.
Pertamina terus menerapkan langkah mitigasi, termasuk redistribusi suplai dari terminal yang tidak terdampak, penambahan mobil tangki, hingga pemantauan harian melalui Satgas agar titik-titik kritis tetap terlayani. Bantuan kemanusiaan melalui program Pertamina Peduli juga disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling terdampak.
“Kami memantau situasi setiap saat dan menyesuaikan pola distribusi agar masyarakat tetap bisa mengakses energi dengan aman,” kata Fahrougi. Ia mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan dan berhati-hati saat mengisi di area yang masih tergenang.
Keluhan layanan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.












