Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Jakarta

Pertamina Patra Niaga Dorong Adopsi SAF di Forum Aero Summit 2025

×

Pertamina Patra Niaga Dorong Adopsi SAF di Forum Aero Summit 2025

Sebarkan artikel ini
Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, saat memaparkan strategi pengembangan SAF dalam forum Indonesia Aero Summit 2025 di Jakarta, Selasa (6/8/2025)
Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, saat memaparkan strategi pengembangan SAF dalam forum Indonesia Aero Summit 2025 di Jakarta, Selasa (6/8/2025)

Jakarta, bacakabar – Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya mendukung transisi energi melalui pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dalam forum Indonesia Aero Summit (IAS) 2025 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (6/8/2025).

Forum tahunan yang digelar Indonesia National Air Carriers Association (INACA) itu mengusung tema “Co-Creating Indonesia’s Aviation Golden Era”, menjadi ajang strategis bagi pelaku industri penerbangan nasional dan global, regulator, serta penyedia energi untuk mendorong transformasi sektor aviasi yang lebih berkelanjutan.

Dalam sesi panel bertajuk “Sustainable Aviation Development – Opportunities and Challenges”, Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, memaparkan tantangan dan peluang pengembangan SAF di Indonesia, terutama dari sisi bahan baku (feedstock), proses produksi, hingga infrastruktur.

“Kami sudah mengembangkan teknologi co-processing di kilang untuk menghasilkan SAF, dan kini masuk fase pengembangan katalis khusus dari Used Cooking Oil (UCO). Namun, tantangannya cukup kompleks karena kualitas UCO sangat bervariasi,” jelas Harsono.

Untuk mendukung distribusi, bandara besar seperti Halim, Soekarno-Hatta, dan Ngurah Rai telah disiapkan untuk menyalurkan SAF. Namun, lanjut Harsono, kelangsungan produksi membutuhkan kepastian kebijakan, insentif ekonomi, serta pengaturan harga feedstock.

Ia menekankan bahwa keberhasilan adopsi SAF tidak hanya bergantung pada sisi hulu, tetapi pada kolaborasi ekosistem—mulai dari penyedia bahan baku, kilang, hingga maskapai.

“Kita butuh rantai pasok yang terintegrasi dan efisien. Di sinilah pentingnya peran regulasi dan sinergi lintas sektor,” tambahnya.

SAF sendiri merupakan drop-in fuel, artinya dapat langsung digunakan dalam sistem distribusi dan mesin pesawat tanpa modifikasi, karena memiliki spesifikasi yang setara dengan Avtur konvensional. Hal ini mempercepat integrasi SAF dalam operasional penerbangan tanpa mengganggu infrastruktur yang ada.

Baca Juga  Pertamina Tambah 7,4 Juta Tabung LPG Jelang Idul Adha

Pertamina Patra Niaga juga telah mengantongi sertifikasi ISCC CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation), melakukan uji coba bersama maskapai nasional dan internasional, serta membangun rantai distribusi dari kilang hingga ke tangki pesawat.

Partisipasi aktif Pertamina Patra Niaga dalam IAS 2025 menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 sekaligus mendorong pertumbuhan hijau di sektor penerbangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *