Jakarta – Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen melestarikan budaya Indonesia lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dukungan itu terlihat saat kelompok musik angklung Kampung CSV Udjo Ecoland Bandung tampil di Paviliun Indonesia pada World Expo Osaka 2025.
Kelompok ini membawakan lagu Nusantara, lagu kebangsaan Indonesia, hingga musik Jepang dan internasional yang memukau ribuan pengunjung. Penampilan tersebut membuktikan budaya lokal mampu tampil di panggung global.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menyatakan perusahaan ingin menjaga warisan budaya agar tetap relevan. “Pertamina Patra Niaga hadir sebagai mitra masyarakat menjaga keberlanjutan budaya. Kami memastikan warisan bangsa tetap hidup, menjangkau generasi mendatang, dan dikenal dunia internasional,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Udjo Ecoland sejak lama menjadi ikon budaya Indonesia. UNESCO sudah mengakui angklung sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada 2010. Kelompok ini juga meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Heritage and Cultural Gold Award di Korea Selatan (2004), Guinness World Records di Amerika Serikat (2011), dan Best ASEAN Cultural Preservation Effort di Filipina (2016).
Sepanjang 2025, Udjo Ecoland tampil di panggung internasional, mulai dari World Expo Osaka, Indonesia–Turkey Partnership Day, hingga Indonesia Festival Colombo di Sri Lanka. Penampilan mereka membuktikan angklung mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan budaya sekaligus memperkuat citra positif Indonesia.
Kementerian Hukum dan HAM memberi penghargaan kepada Kampung CSV Udjo Ecoland sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual serta Kawasan Pelestari Budaya Tradisi.












