JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) untuk memperkuat publikasi, edukasi, dan pengawasan program pembangunan desa di seluruh Indonesia.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, bersama Ketua Umum SMSI, Firdaus, di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Penandatanganan berlangsung usai pelantikan dan pengukuhan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa se-Indonesia yang dipimpin Pendiri Srikandi Jaga Desa sekaligus Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S. Djojohadikusumo.
Melalui kerja sama tersebut, SMSI yang memiliki sekitar 3.181 perusahaan media siber di berbagai daerah menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).
Selain itu, SMSI dan ABPEDNAS juga akan membentuk Pokja News Room Jaga Desa di seluruh kabupaten dan kota sebagai wadah kolaborasi informasi sekaligus penguatan pengawasan terhadap pembangunan desa.
Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan media siber memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mengawal pelaksanaan program-program pemerintah di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama menilai kolaborasi dengan SMSI diharapkan mampu memperkuat keterbukaan informasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pembangunan desa.
Pada kesempatan yang sama, Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan berbagai program prioritas pemerintah membutuhkan dukungan dan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan.
“Program-program pemerintah dengan tujuan mulia sudah mulai berjalan. Namun jika pelaksanaannya tidak diawasi dan dibina dengan baik, hasilnya tentu tidak akan maksimal,” ujar Hashim.
Ia menambahkan keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pelantikan nasional Srikandi Jaga Desa mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera” dan dihadiri sejumlah pejabat negara, kepala daerah, serta pengurus organisasi dari berbagai daerah di Indonesia.












