Balangan – Perkelahian berdarah terjadi di Desa Batumerah, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Rabu (21/1/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan medis.
Kepolisian Resor Balangan melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) tengah menangani kasus dugaan penganiayaan berat yang melibatkan dua warga berinisial AR dan RU.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.15 Wita di rumah AR. Saat itu, AR terlibat cekcok rumah tangga dengan istrinya. Melihat situasi tersebut, RU berusaha melerai pertengkaran dengan maksud menenangkan keadaan.
Namun, upaya tersebut justru memicu emosi AR. Ia kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil senjata tajam jenis parang, lalu membacok RU yang berada di teras rumah. Akibat kejadian tersebut, RU mengalami luka sobek di bagian mulut.
Setelah itu, AR melarikan diri dan dikejar oleh RU. Dalam pengejaran tersebut, AR terjatuh ke dalam parit dan kembali terjadi kontak fisik yang mengakibatkan RU mengalami luka di bagian pinggang kiri. Dalam pergumulan tersebut, RU berhasil merebut parang dari tangan AR.
AR kemudian kembali melarikan diri sejauh sekitar 50 meter hingga ke rumah warga lain. Di lokasi tersebut, perkelahian kembali terjadi dan menyebabkan AR mengalami luka parah di bagian kepala belakang.
Warga sekitar bersama petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan situasi dan mengevakuasi kedua korban ke RSUD Datu Kandang Haji Balangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi., mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan medis, AR dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 Wita, sementara RU masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya.
“Setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, satu korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam perawatan,” ujar Eko.
Ia menambahkan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis parang, serta memeriksa sejumlah saksi guna mendalami peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian,” katanya.
Pihak kepolisian juga mengimbau keluarga kedua belah pihak serta masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian guna mencegah terjadinya konflik lanjutan.












