Pulang Pisau – Momen Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah ke-28 tahun 2024, di Kabupaten Pulang Pisau diperingati dengan menggelar upacara di halaman Kantor Bupati setempat, Jum’at (3/5/2024).
Hadir dalam upacara itu, Pejabat Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani, Forkopimda, Kepala OPD, ASN di lingkup Pemkab Pulang Pisau, tenaga pendidik, pelajar dan stakeholder terkait lainnya.
Pj Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani bertindak sebagai Inspektur upacara dalam pidatonya membacakan sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh ke arah perwujudan sekolah yang di cita-citakan.
”Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar, bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang pembelajaran. Kita sadari bahwa membuat perubahan butuh perjuangan dan komitmen yang tinggi,” paparnya
Ia mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 kemaren, telah mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup secara drastis. Pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang dibangun bersama dengan gerakan merdeka belajar.
“Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan,” Kata Nunu Andriani
Pada kesempatan itu juga di peringati Hari Otonomi Daerah (Otoda 2024), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan mengusung tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat”
Dalam konteks ekonomi hijau jelas Nunu, pemerintah daerah secara eksisting dihadapkan pada hambatan dan tantangan dalam pembangunan daerah untuk mendorong program pembangunan nasional meliputi penanganan stunting, penurunan angka kemisikinan ekstrem, pengendalian inflasi peningkatan pelayanan publik yang berkualitas melalui Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE),percepatan prose pemulihan perekonomian nasional maupun daerah serta ekonomi hijau dan lingkungat yang sehat.
”Pemerintah pusat menargetkan tahun 2024 angka stunting anak turun menjadi 14 persen secara nasional,” imbuhnya.
Dengan demikian diharapkan, koordinasi dan sinergitas seluruh jajaran Forkopimda Provinsi maupin Kabupaten perlu ditingkatkan dalam mengambil langkah – langkah statrgis dalam upaya menekan angka stunting diwilayah masing – masing khususnya di Kabupaten Pulang Pisau. (RA)












