Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Dunia–Internasional

Perdamaian Dimulai dari Rasa Hormat, Kamp Lintas Agama Digelar di Phnom Penh

×

Perdamaian Dimulai dari Rasa Hormat, Kamp Lintas Agama Digelar di Phnom Penh

Sebarkan artikel ini
Peserta kamp perdamaian HWPL di Kamboja berfoto bersama, terdiri dari tokoh agama, pemuda, dan perwakilan organisasi dalam kegiatan pendidikan perdamaian.
Peserta kamp pendidikan perdamaian lintas agama HWPL berfoto bersama di Phnom Penh, Kamboja, usai kegiatan yang melibatkan tokoh agama, pemuda, dan akademisi.

PHNOM PENH – Kamp pendidikan perdamaian lintas agama digelar di Asia Euro University, Phnom Penh, Kamboja, pada 21 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi tokoh agama, pemuda, dan akademisi untuk memperkuat nilai toleransi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Kegiatan bertajuk 2026 HWPL Cambodia Religious Youth Peace Camp ini diselenggarakan oleh HWPL Global Branch 12 bersama Nonmony Pagoda dan IPYG. Sekitar 100 peserta hadir, terdiri dari tokoh agama, perwakilan organisasi pemuda, mahasiswa, dan masyarakat.

Acara ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Kamboja–Thailand, dengan tujuan menegaskan kembali nilai-nilai dasar agama seperti kasih, tanpa kekerasan, dan hidup harmonis.

Dalam sesi awal, peserta membahas makna perdamaian dari perspektif agama dan pendidikan.

Bhante Hong Veasnar dari Wat Nuon Mony Ram Temple menekankan bahwa perdamaian berawal dari sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Perdamaian tidak dimulai dari konsep besar, tetapi dari rasa saling menghormati. Ketidaktahuan sering melahirkan ketakutan dan konflik, sementara kasih adalah nilai universal semua agama,” ujarnya.

Dari sektor pendidikan, Kepala Prek Leap High School, Chhom Sopheak, menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter damai.

“Pendidikan perdamaian melatih empati, kemampuan mendengar, dan menyelesaikan konflik secara mandiri,” katanya.

Ia menambahkan, sekolahnya berencana membentuk Peace Club untuk mendorong budaya toleransi di kalangan siswa.

Dialog lintas agama juga berlangsung dalam sesi mini talk show bertajuk “Religion and Peace”. Para peserta berdiskusi dalam kelompok kecil dan merumuskan pesan singkat bertema “One Sentence for Peace”, sebagai bentuk refleksi atas pemahaman lintas keyakinan.

Pada sesi berikutnya, peran generasi muda dalam membangun perdamaian menjadi sorotan utama. Presiden Rotaract Club Phnom Penh Metro, Khean Ravyvuthika, menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda.

Baca Juga  Bupati Kotabaru Pimpin Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Tingkat Kalsel

“Perdamaian berkelanjutan membutuhkan partisipasi aktif generasi muda. Pendidikan harus membekali mereka untuk berkontribusi dalam harmoni sosial,” ujarnya.

Peserta juga mengikuti kegiatan reflektif bertajuk Peace Golden Bell dan membacakan Religious Youth Peace Solidarity Pledge sebagai komitmen untuk mengedepankan pemahaman dibanding perpecahan.

Kegiatan ditutup dengan pemutaran video aktivitas perdamaian HWPL di Kamboja serta penampilan musik bertema perdamaian oleh mahasiswa asal Korea.

HWPL menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan membangun perdamaian berbasis komunitas melalui kolaborasi tokoh agama, pendidik, dan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *