PALANGKA RAYA – Dunia konservasi kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Ilmuwan primatologi Prof. Dr. Birutė Marija Filomena Galdikas meninggal dunia pada usia 79 tahun di Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa (24/3/2026).
Galdikas dikenal sebagai figur sentral dalam upaya penyelamatan orangutan, khususnya di Kalimantan. Selama lebih dari empat dekade, ia mendedikasikan hidupnya untuk penelitian, rehabilitasi, dan perlindungan habitat satwa tersebut.
Lahir di Wiesbaden, Jerman, pada 10 Mei 1946, Galdikas menjadi salah satu pelopor penelitian primata modern. Penelitiannya di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, membuka pemahaman baru dunia ilmiah tentang perilaku dan kehidupan orangutan liar.
Selain aktivitas akademik, Galdikas juga aktif dalam gerakan konservasi. Ia mendirikan pusat rehabilitasi orangutan dan terlibat langsung dalam berbagai upaya perlindungan hutan tropis dari ancaman deforestasi.
Kontribusinya diakui secara luas, termasuk oleh Pemerintah Indonesia yang menganugerahkan penghargaan Kalpataru atas jasanya di bidang lingkungan hidup.
Peran Galdikas tidak hanya berdampak pada dunia ilmiah, tetapi juga mendorong perhatian global terhadap pentingnya pelestarian orangutan sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem hutan tropis.
Kepergiannya meninggalkan warisan panjang dalam dunia konservasi, terutama dalam upaya penyelamatan spesies yang terancam punah di Indonesia.












