PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan Bantuan Pangan Presiden (Banpres) dan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada masyarakat penerima manfaat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah tersebut digelar di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, dan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S. Ampung, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, serta Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa program Kartu Huma Betang Sejahtera akan disalurkan secara berkala kepada masyarakat penerima manfaat.
“Program Kartu Huma Betang Sejahtera ini akan kita salurkan secara berkala, sekitar empat sampai enam kali dalam satu tahun kepada masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan harus memastikan program tersebut tepat sasaran.
“Saya minta penyalurannya tepat waktu dan tepat sasaran. Jangan sampai yang menerima justru orang yang mampu. Bantuan ini harus diterima masyarakat yang benar-benar berhak,” tegasnya.
Bantuan sosial melalui KHBS mencakup berbagai sektor, mulai dari pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga program sosial lainnya yang terintegrasi.
Selain bantuan tunai sebesar Rp250 ribu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan senilai Rp150 ribu berupa beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, serta gula putih 1 kilogram.
Data pemerintah provinsi menunjukkan sebanyak 279.434 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.
Melalui penyaluran Banpres, KHBS, dan Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.












