PALANGKA RAYA — Polda Kalimantan Tengah memperpanjang pengamanan arus balik Lebaran hingga 29 Maret 2026, meski Operasi Ketupat Telabang resmi berakhir pada 25 Maret.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, mengatakan arus balik tahun ini tidak terjadi secara bersamaan.
“Arus balik tidak terjadi sekaligus. Ada dua puncak,” ujarnya di Mapolda Kalteng, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, puncak pertama terjadi pada 23–24 Maret. Sementara puncak kedua diperkirakan berlangsung pada 28–29 Maret.
Menurutnya, pola ini dipengaruhi kebijakan work from home (WFH) yang membuat sebagian masyarakat menunda kepulangan.
Yusep juga menyebut terjadi perubahan tren moda transportasi. Penggunaan transportasi udara mengalami penurunan sekitar 17 persen, sedangkan jalur laut meningkat signifikan hingga hampir 100 persen.
Lonjakan penumpang jalur laut terjadi di wilayah Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat.
Polda Kalteng memprioritaskan pengamanan di empat wilayah, yakni Palangka Raya, Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.
Palangka Raya menjadi perhatian karena terdapat bandara dan destinasi wisata. Kapuas merupakan jalur utama dari arah Banjarmasin. Sementara Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat menjadi titik kepadatan karena aktivitas pelabuhan dan wisata.
Sebanyak 120 personel disiagakan di sejumlah titik strategis dengan sistem bergiliran.
Di Palangka Raya, pengamanan difokuskan di Bundaran Besar, kawasan bandara, Duta Mall, dan Tangkiling.












