Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional sekaligus peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-52 Tahun 2023 di halaman kantor bupati Pulang Pisau, Jum’at (1/12/2023).
Pj Bupati Pulang Pisau Hj. Nunu Andriani diwakili staf ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Edy Purwanto membacakan sambutan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud) Nadiem Makarim.
Dia menyampaikan bahwa Kemendikbud RI terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan menerapkan Asesmen Nasional yang berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Dijelaskannya, Kemendikbud RI juga telah meluncurkan Kurikulum Merdeka, yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid.
Di samping itu, pada peringatan HUT Korpri ke-52 tahun 2023, Edy purwanto mengatakan KORPRI memiliki peran penting dan strategis dalam membangun bangsa Indonesia, Korpri merupakan salah satu wadah perekat dan pemersatu bangsa.
Selanjutnya, ia menegaskan melalui KORPRI kita senantiasa berperan dengan meningkatkan kinerja, berkolaborasi dan bersinergi, serta
menumbuhkan energi positif dalam setiap pelaksanaan tugas, kewajiban dan tanggung jawab yang diamanahkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian, saya
mengingatkan kembali tentang netralitas dimaksud, karena orientasi Korpri tetap tidak berubah yaitu untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga keutuhan NKRI.
“Selain itu saya minta kepada seluruh Pengurus Korpri dimanapun berada untuk terus menjaga anggotanya,agar tetap tegak lurus kepada Negara, Pancasila dan UUD 1945.Secara khusus, saya juga meminta keluarga besar Korpri untuk terus menerus membentengi anggotanya dari intoleransi dan radikalisme,” tegasnya.
(RA)












