Kotabaru — Pemerintah Kabupaten Kotabaru melakukan perombakan besar di jajaran birokrasi. Sebanyak 112 pejabat dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli pada Senin (5/1/2026), sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja pelayanan publik.
Pelantikan yang digelar di Aula Bamega, Kantor Bupati Kotabaru, Sebelimbingan, tersebut mencakup 36 pejabat administrator (eselon III), 74 pejabat pengawas (eselon IV), serta dua pejabat fungsional. Jumlah pelantikan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di lingkungan Pemkab Kotabaru.
Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Rusli menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan profesionalisme.
“Jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi tanggung jawab untuk bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” kata Rusli.
Ia menekankan pentingnya keselarasan kerja antarperangkat daerah agar pelaksanaan program pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik berjalan efektif serta tidak terhambat ego sektoral.
Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, Sekretaris Daerah H. Eka Saprudin, para asisten, staf ahli, serta kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Sejumlah posisi strategis mengalami pengisian, terutama di lingkungan Sekretariat Daerah, Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Kesbangpol, BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga rumah sakit daerah dan kecamatan.
Selain pejabat administrator, puluhan pejabat pengawas dan dua pejabat fungsional juga dilantik untuk memperkuat pelaksanaan teknis di lapangan. Mereka diharapkan mampu memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan efektif hingga tingkat pelayanan dasar.
Bupati Rusli menyebut perombakan ini sebagai langkah awal di tahun 2026 untuk mendorong birokrasi yang lebih adaptif, solid, dan berorientasi pada hasil.
“Dengan struktur yang diperbarui, saya berharap kinerja pemerintahan semakin cepat, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya fase baru penataan birokrasi di Kotabaru, dengan fokus pada percepatan layanan publik dan peningkatan akuntabilitas aparatur.












