Bacakabar.id – SUKAMARA, Berapa bulan yang lalu dilakukan pembongkaran jembatan kayu di sekitar sungai Trantang yang merupakan aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sukamara, secara administrasi tidak jelas dan tak transparan.
Diketahui pembongkaran jembatan dimaksud diduga dilakukan oleh pihak swasta yang memiliki usaha perkebunan kelapa sawit, pada Kamis (10/2/2022) lalu.
Hal yang dianggap sepele jika dilihat dilapangan kontruksi jembatan sudah berubah dan lebih kokoh. Namun apakah sudah ada kesesuian peraturan administrasi dari proses pembongkaran jembatan itu.

Sebelumnya awak media ini pernah mendatangi dan mengonfirmasi Kelala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Sukamara, bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Muhammad Rizali meminta untuk tidak mempersoalkan hal tersebut.
“Ini jangan dijadikan persoalan sebab, bangunan nya lebih kokoh,” katanya.
Saat di tanya apakah ada rekomendasi atau izin pembongkaran? Kepala Dinas tidak menjawab pertanyaan awak media ini.
Namu sang kadis hanya berpesan jangan menaikkan berita ini saja, sembari masuk ke dalam mobil dinasnya.
Disisi lain salah satu pejabat Pemkab Sukamara yang meminta namanya untuk tidak disebutkan mengaku heran dan aneh.
“Jika begitu jawaban seorang Kadis ya jadi aneh saja.” Sebutnya.
Menurutnya, ia sangat memahami apa maksud dan tujuan awak media ini hanya menanyakan sisi administrasinya saja. Namun sudah dijawab begitu.
“Saya sekarang justru kembali bertanya-tanya jika memang jembatan itu lebih bagus dan lebih kokoh apakah sudah di rubah tentang pencatatan pada aset dinas tentang ukuran kayunya kan ada perubahan fisik,” ujarnya.
Sambungnya, hal ini sepele namun jika kita melihat lebih jauh ke penyesuaian peraturan ada lagi pertanyaan lebih lanjutnya kayu sisa bongkaran dari kontruksi jembatan sebelumnya wajib di ambil oleh pihak Dinas PUPR sebab ini merupakan barang atau aset pemerintah jangan main-main.
“Ini topik menarik yang mana wartawan bertanya kepada saya, perlu lah para pejabat yang ada di Sukamara memahami tugas-tugasnya dan juga memahami kedatangan awak media jangan di anggap sepele. Jujur baru ini saya ketemu awak media jeli melihat satu persoalan.” Pungkasnya.
Yohanes Eka Irawanto, SE












