BANJARMASIN – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan resmi dilantik di Banjarmasin, Sabtu (26/9/2026). Setelah pelantikan, ORI Kalsel menargetkan pembentukan kepengurusan di 13 kabupaten/kota.
Pelantikan dirangkai dengan kegiatan donor darah yang melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI).
Sekretaris Jenderal DPP ORI Ferri Nurzarli mengatakan pelantikan pengurus ORI Kalsel menjadi bagian dari perluasan struktur organisasi di daerah. Menurutnya, Kalsel menjadi provinsi ketujuh yang telah dilantik dari 38 provinsi.
“Alhamdulillah acara lancar, aman. Jadi ini provinsi yang ketujuh yang kita lantik dari 38 provinsi,” kata Ferri.
Ferri mengatakan ORI dibangun sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menyebut ORI akan menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
“Kita akan mengawal seluruh kebijakan pemerintah terhadap rakyat. Kalau memang ada kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, maka ORI akan mengaspirasikan suara-suara rakyat untuk ikut menyelesaikan permasalahan,” ujarnya.
Menurut Ferri, ORI juga mengembangkan kegiatan sosial, advokasi, pemberdayaan usaha kecil dan menengah, serta isu antikorupsi.
Ia menyebut struktur organisasi akan dikembangkan hingga tingkat daerah. Konsolidasi nasional juga direncanakan berlangsung pada Desember mendatang.
Sementara itu, Ketua DPD ORI Kalsel Sulkan mengatakan salah satu program prioritas dalam 100 hari pertama adalah membentuk DPC ORI di 13 kabupaten/kota.
“Program prioritas utama di 100 hari pertama, sebagaimana arahan DPP, tentu ORI di Kalimantan Selatan harus membentuk DPC di 13 kabupaten/kota. Baru nanti berkembang ke bawah,” ungkap Sulkan.
Selain membentuk struktur kewilayahan, ORI Kalsel juga menyiapkan pembentukan 10 sayap organisasi.

“Ditambah lagi membentuk sayap-sayap ORI. Ada 10 sayap yang akan dibentuk. Semua itu diabdikan untuk rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Sulkan.
Sulkan juga menyoroti potensi UMKM di Kalimantan Selatan yang menurutnya membutuhkan pembinaan dan pendampingan.
“Potensi Kalimantan Selatan ini adalah puluhan ribu UMKM yang perlu mendapat pembinaan secara masif, baik dari pemerintah maupun dukungan dari rakyat seperti ORI ini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, ORI Kalsel juga menggelar donor darah. Sulkan mengapresiasi dukungan PMI yang menyediakan layanan donor darah dalam rangkaian pelantikan.
Dewan Pembina ORI Kalsel H. Junaidi mengatakan keberadaan ORI di Kalsel diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Dengan terbentuknya ORI di Kalsel, kita semakin memaksimalkan fungsi untuk membantu menyelesaikan masalah. Kita tahu banyak masalah di negara kita, banyak juga masalah di daerah kita,” ujar Junaidi.
Ia juga menyebut penguatan masyarakat adat dan keseimbangan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah sebagai isu yang akan menjadi perhatian ORI.
Terkait politik, Ferri menegaskan ORI tidak diarahkan menjadi partai politik. Namun, ia menyebut organisasi dapat merekomendasikan kader yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi melalui partai politik.
“Kita pastikan ORI tidak pernah akan menjadi partai politik. Tapi ORI berpolitik,” ujarnya.












