KUALA KAPUAS — Ribuan warga Kabupaten Kapuas memadati Lapangan Bukit Ngalangkang, Kuala Kapuas, untuk menggelar Salat Istisqa memohon diturunkannya hujan di tengah kemarau panjang, Minggu (30/8/2026).
Ikhtiar spiritual yang dihadiri Bupati Kapuas HM Wiyatno bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama dan masyarakat ini menjadi puncak dalam mengetuk pintu langit di tengah ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam suasana penuh kekhusyukan, para jemaah memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar hujan segera turun di bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung.
HM Wiyatno menyampaikan bahwa ibadah ini adalah momen berikhtiar secara total kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara doa dan tindakan nyata di lapangan.
Hal ini menjadi pengingat, bahwa menghadapi musim kemarau dengan berbagai dampak kekeringan dan kabut asap Karhutla, tidak cukup hanya dengan upaya teknis, tapi juga berikhtiar dan doa bersama menjadi bagian penting.
“Salat Istisqa merupakan ikhtiar kita untuk memohon pertolongan Allah SWT. Melalui doa bersama, kita berharap hujan dapat segera turun,” harap Bupati Kapuas.












