Balangan

Market Day Al-Tamar, Disdik Balangan Dukung Wirausaha Sejak Dini

×

Market Day Al-Tamar, Disdik Balangan Dukung Wirausaha Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

PARINGIN – Anak-anak Sekolah Alam Al-Tamar Balangan tidak hanya belajar berjualan dalam kegiatan Market Day. Hasil penjualan mereka juga dimanfaatkan untuk membiayai sejumlah kegiatan siswa, termasuk rencana backpacker kelas 6 dan live in kelas 5.

Market Day digelar di SD Alam Al-Tamar Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Kamis (17/9/2026). Siswa dari jenjang TK hingga SD terlibat langsung dalam kegiatan, mulai dari mempromosikan produk, melayani pembeli hingga menjadi kasir.

Pembina Yayasan Al-Tamar Balangan, Tamrin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan penerapan salah satu dari empat pilar Sekolah Alam Al-Tamar, yakni kewirausahaan.

“Yang harus kita tanamkan adalah bagaimana anak bisa melakukan kegiatan wirausaha. Di zaman serba digital, anak-anak taunya check out dan COD yang menggunakan biaya dari orang tua. Tapi, di Sekolah Alam Al-Tamar kami meyakinkan kepada semua pihak bahwa kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Menurut Tamrin, pembelajaran kewirausahaan diberikan agar anak memiliki pengalaman menjalankan kegiatan usaha sejak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Abiji, mengatakan Market Day memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengenal tahapan berwirausaha, mulai dari mengolah dan memproduksi hingga memasarkan produk.

“Bagaimana mereka mengolah, memproduksi, hingga memasarkan sudah diajarkan sejak dini. Ini sangat luar biasa,” katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Bejo Priyogo, juga melihat kemampuan siswa berinteraksi dengan pembeli dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan siswa TK hingga SD sudah mampu menawarkan produk yang mereka jual.

“Kita tadi juga ikut belanja. Jajanannya higienis dan beragam. Anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga punya kesempatan untuk mengungkapkan perasaan melalui Market Day,” ujarnya.

Hasil penjualan kemudian digunakan sesuai kebutuhan masing-masing kelas. Untuk kelas 6, hasil jualan disiapkan untuk kegiatan backpacker ke luar kota yang rencananya menuju Banjarmasin.

Baca Juga  DKP3 Balangan Edukasi Siswa SMA Halong soal Pola Makan Sehat dan Stunting

Sementara hasil penjualan kelas 5 digunakan untuk kegiatan live in dengan berkegiatan di desa selama satu minggu.

Untuk kelas 1 hingga 4, siswa akan berdiskusi menentukan penggunaan keuntungan yang diperoleh. Biasanya, hasil penjualan digunakan untuk membeli makanan atau kegiatan rekreasi seperti berenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *