KUNINGAN – Puluhan mahasiswa dari Aliansi BEM Kuningan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (26/11/2025). Massa sempat bersitegang dengan petugas kepolisian sebelum akhirnya berhasil masuk ke halaman gedung.
Dalam orasinya, para demonstran mengkritik kinerja anggota dewan yang dinilai abai terhadap aspirasi rakyat setelah masa kampanye berakhir. Mereka menuding wakil rakyat “hanya duduk manis” di kursi gedung dewan, sementara janji-janji kampanye tidak terealisasi.
Selain menyuarakan kritik terhadap kinerja dewan, mahasiswa juga menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Mereka menuntut DPRD Kuningan menolak RUU tersebut secara kelembagaan dan menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat.
Menanggapi aksi itu, Wakil Ketua DPRD Kuningan, Ujang Kosasih, menemui para mahasiswa di halaman gedung. Ia menyebut apresiasi atas partisipasi mahasiswa sebagai “agent of change” dalam menjaga demokrasi. Kosasih menjelaskan bahwa saat ini anggota dewan tengah fokus membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026, yang akan dilaksanakan pada Kamis (27/11/2025).
Massa demonstran menegaskan akan terus mengawal isu tersebut hingga tuntutan mereka dipenuhi dan berkomitmen tetap kritis terhadap pelaksanaan pemerintahan.




