Malang, Jawa Timur — Atria Hotel Malang memperbarui konsep ruang publiknya dengan menghadirkan Legen Restaurant sebagai bagian dari transformasi desain dan layanan hotel pada awal 2026. Restoran ini menjadi salah satu elemen utama dalam penerapan konsep New Look yang mengedepankan pendekatan modern dengan tetap merujuk pada identitas budaya lokal.
Legen Restaurant dirancang dengan mengadaptasi unsur-unsur budaya Jawa ke dalam desain interior bergaya kontemporer. Penggunaan material bernuansa alami, tata ruang terbuka, serta warna-warna hangat menjadi ciri utama yang ditampilkan, dengan tujuan menciptakan suasana ruang makan yang fungsional dan nyaman.
Nama Legen diambil dari minuman tradisional khas Jawa, yang dipilih sebagai representasi nilai lokal dalam konsep restoran. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pendekatan desain dan atmosfer ruang, tanpa mengubah fungsi utama restoran sebagai fasilitas pendukung layanan hotel.
Food and Beverage Manager Atria Hotel Malang, Suhendri Syawaludin, menjelaskan bahwa pembaruan restoran ini merupakan bagian dari penyesuaian layanan hotel terhadap kebutuhan tamu yang semakin beragam.
“Perubahan ini kami lakukan untuk menyesuaikan pengalaman bersantap dengan konsep hotel yang diperbarui. Pendekatannya lebih modern, namun tetap mempertahankan karakter lokal yang menjadi identitas daerah,” ujar Suhendri, Kamis (8/1/2026).
Legen Restaurant dirancang sebagai ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas tamu hotel, mulai dari layanan makan harian hingga pertemuan berskala kecil. Penataan ruang dibuat fleksibel agar dapat menyesuaikan kebutuhan penggunaan tanpa mengubah fungsi dasarnya.
Pembaharuan ini menjadi bagian dari upaya Atria Hotel Malang dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan industri perhotelan, khususnya dalam penyediaan fasilitas yang relevan dengan preferensi tamu masa kini. Hotel menilai integrasi nilai lokal dan desain modern sebagai salah satu pendekatan yang tetap diminati di tengah persaingan sektor akomodasi.
Dengan hadirnya Legen Restaurant, Atria Hotel Malang menegaskan arah pengembangan fasilitas yang berfokus pada pembaruan konsep, tanpa melepaskan konteks budaya setempat sebagai bagian dari identitas layanan.












