BALANGAN – Pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Batumandi terancam tidak maksimal akibat keterbatasan sarana prasarana vital, mulai dari tidak tersedianya listrik cadangan hingga kekosongan pasokan obat-obatan. Temuan ini mengemuka saat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Balangan Saiful Arif menggelar inspeksi mendadak ke fasilitas kesehatan tersebut.
Dalam kunjungan kerja pada Jumat (24/7/2026) itu, legislator daerah memetakan sejumlah hambatan teknis yang membelit operasional puskesmas. Dialog langsung bersama para tenaga medis mengungkap bahwa kendala fisik dan logistik menjadi beban tambahan dalam penanganan pasien harian.
Saiful Arif menegaskan bahwa jajaran DPRD Balangan akan mengawal keluhan tenaga kesehatan agar masuk dalam skala prioritas anggaran daerah. Fasilitas penunjang dinilainya sebagai syarat mutlak dalam menjamin hak pelayanan dasar warga di tingkat kecamatan.
“Semua aspirasi yang kami terima hari ini akan kami tindak lanjuti. Kami ingin memastikan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan fasilitas yang memadai sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Saiful Arif.
Kepala Puskesmas Batumandi, Raudatul Jannah, membeberkan bahwa ketiadaan genset menjadi ancaman paling mengkhawatirkan saat terjadi pemadaman listrik secara mendadak. Selain itu, menyempitnya lahan parkir bagi pengunjung dan keluarga pasien rawat inap kian memperburuk kenyamanan area pukesmas.
“Area parkir yang ada saat ini masih belum mencukupi, terutama untuk pasien rawat inap. Selain itu, kami juga sangat membutuhkan genset sebagai sumber listrik cadangan agar pelayanan tetap berjalan ketika terjadi pemadaman listrik,” tutur Raudatul Jannah.
Di sisi logistik, kendala pasokan juga menyasar ketersediaan obat-obatan esensial. Tenaga kefarmasian Puskesmas Batumandi, Apt Aulia Noor Husna, menyebut krisis stok obat tertentu berisiko menghambat proses penyembuhan pasien jika tidak segera diintervensi oleh dinas terkait.
“Kami berharap kekosongan obat-obatan dapat segera teratasi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu dan dapat berjalan secara optimal,” ungkap Aulia Noor Husna.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi pemerataan logistik medis dan kelayakan infrastruktur kesehatan hingga ke tingkat akar rumput.












