Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Bencana

Lamongan Darurat Banjir, 10 Ribu Warga Terdampak akibat Luapan Bengawan Jero

×

Lamongan Darurat Banjir, 10 Ribu Warga Terdampak akibat Luapan Bengawan Jero

Sebarkan artikel ini
Banjir merendam rumah warga di Lamongan akibat luapan Bengawan Jero dan naiknya elevasi Bendungan Blawi
Genangan banjir merendam permukiman warga di Lamongan akibat luapan Bengawan Jero setelah Bendungan Blawi mencapai status siaga.

LAMONGAN — Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya banjir akibat luapan Bengawan Jero. Ketinggian muka air di Bendungan Blawi tercatat telah mencapai 78 persen, memicu genangan di enam kecamatan dan berdampak pada ribuan warga.

Data sementara mencatat sebanyak 2.736 rumah di 27 desa terendam banjir. Total warga terdampak mencapai 10.672 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah rawan genangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan, Moh. Nalikan, mengatakan status darurat diberlakukan untuk mempercepat penanganan dan mobilisasi sumber daya. Pemerintah daerah langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyisiran serta pembersihan sungai-sungai pembuang guna memperlancar aliran air.

“Ketinggian air Bendungan Blawi sudah mencapai 78 persen dan enam kecamatan terdampak banjir. Karena itu, status tanggap darurat kami berlakukan,” ujar Nalikan, Kamis (15/1/2026).

Pemkab Lamongan juga menginstruksikan seluruh pemerintah desa di wilayah terdampak agar mendirikan posko kesehatan yang beroperasi 24 jam. Posko tersebut difungsikan untuk memantau kondisi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

“Setiap desa wajib memiliki posko kesehatan aktif untuk memastikan warga terdampak mendapatkan layanan medis secara cepat,” tegasnya.

Selain layanan kesehatan, distribusi bantuan logistik mulai dilakukan secara bertahap. Penyaluran sembako difokuskan di Kecamatan Turi, Kalitengah, dan Weduni. Bantuan makanan siap saji dari BPBD Jawa Timur juga telah tiba dan mulai didistribusikan.

Sementara itu, Pemkab Lamongan telah mengajukan permohonan bantuan tambahan berupa 22 ton beras cadangan ke Badan Ketahanan Pangan Nasional dan saat ini masih menunggu persetujuan dari Bulog.

Pemerintah daerah memastikan koordinasi intensif terus dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat guna mempercepat penyaluran bantuan serta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Baca Juga  Banjir Lahar Semeru Rendam Puluhan Rumah di Lumajang, Ratusan Warga Mengungsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *