Banjir lahar hujan yang membawa material vulkanik Gunung Semeru kembali melanda wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Aliran lahar menggenangi Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Sabtu (6/12/2025) sore, menyebabkan puluhan rumah warga terendam dan ratusan orang terpaksa mengungsi ke wilayah perbukitan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan sedikitnya 13 rumah warga, satu warung, dan satu masjid terdampak banjir lahar. Seluruh bangunan tersebut berada di RW 06 Dusun Sumberlangsep.
“Selain merendam rumah warga, banjir lahar juga mengakibatkan tiga sepeda motor terkubur lumpur,” kata Isnugroho dalam keterangannya.
BPBD Lumajang telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan dasar kepada warga terdampak. Bantuan tambahan, kata Isnugroho, masih dalam proses distribusi untuk menjangkau warga di Dusun Sumberlangsep yang sempat terisolasi akibat luapan lahar.
Karena aliran lahar hujan masih terus masuk ke area permukiman, warga memilih mengungsi ke tiga titik pengungsian di kawasan perbukitan sekitar dusun. Di Pos Pengungsian 1 tercatat 107 orang mengungsi, Pos Pengungsian 2 dihuni 173 orang, dan Pos Pengungsian 3 menampung 115 pengungsi.
“Para pengungsi terdiri dari laki-laki, perempuan, termasuk ibu hamil, anak-anak, dan bayi,” ujar Isnugroho.
Dusun Sumberlangsep sendiri dihuni 138 kepala keluarga dengan total 512 jiwa. Hingga kini, BPBD bersama pemerintah desa dan relawan terus melakukan pemantauan kondisi serta mendata dampak lanjutan akibat banjir lahar Semeru.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif untuk mengurangi risiko banjir lahar susulan, mengingat intensitas hujan di kawasan lereng Gunung Semeru masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.












