Bandung Barat — Proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan telah menemukan puluhan korban meninggal dunia.
Dalam operasi pada Senin (26/1/2026), tim SAR berhasil mengevakuasi 13 kantong jenazah tambahan. Dengan temuan tersebut, total korban yang telah dievakuasi mencapai 38 orang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.
“Sebanyak 13 kantong jenazah ditemukan hingga pukul 18.30 WIB. Dengan tambahan ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 38 kantong jenazah,” ujar Ade Dian Permana, Senin petang.
Dari jumlah tersebut, 20 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
Ade menjelaskan, berdasarkan data awal, jumlah laporan orang hilang akibat longsor dan banjir bandang di wilayah Pasirlangu mencapai 108 orang. Namun, angka tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses pendataan dan pencocokan identitas korban.
“Data korban hilang masih terus diperbarui dan belum dapat dipastikan secara final,” katanya.
Pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana dan memastikan operasi pencarian serta evakuasi akan berlangsung hingga 14 hari ke depan. Evaluasi terhadap pelaksanaan operasi dijadwalkan dilakukan pada hari ketujuh untuk menentukan langkah lanjutan.
Tim SAR gabungan hingga kini masih berjibaku dengan medan berat dan kondisi tanah yang labil, namun pencarian akan terus dimaksimalkan demi menemukan seluruh korban terdampak bencana.












