Jakarta – Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, menyampaikan pembaruan terkait kondisi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya eskalasi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Amelia mengatakan Komisi I DPR terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta perwakilan RI di sejumlah negara terdampak.
“Kami di Komisi I saat ini terus memantau perkembangan situasi melalui jalur resmi pemerintah, yaitu melalui Kemlu, dan juga laporan dari perwakilan RI di lapangan. Untuk Iran, KBRI Teheran menyampaikan bahwa Dubes sudah berkoordinasi dengan simpul-simpul WNI di berbagai kota dan menjalankan komunikasi dua arah,” ujar Amelia sebagaimana dikutip Kompas.com.
Berdasarkan pembaruan terbaru, terdapat 329 WNI di Iran yang telah berhasil dihubungi. Ratusan WNI tersebut dilaporkan dalam kondisi aman dan belum merasakan ancaman langsung. Meski demikian, mereka tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Di Qatar, KBRI Doha juga mengimbau WNI membatasi aktivitas di luar rumah, tetap berada di lokasi aman, serta mengikuti peringatan darurat dari otoritas setempat.
Sementara itu, di Uni Emirat Arab (UEA), KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai telah meningkatkan status kesiapsiagaan menjadi siaga tiga. Dengan status tersebut, WNI diimbau disiplin memantau informasi resmi dan memperbarui data lapor diri.
Untuk Arab Saudi, Amelia menyebut terdapat sekitar 58.867 jemaah umrah asal Indonesia yang masih berada di Mekkah dan Madinah. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Kemlu juga telah mengimbau penundaan keberangkatan jemaah yang belum berangkat guna mengantisipasi perkembangan situasi.
Amelia menegaskan bahwa pemerintah belum dapat menyatakan situasi Timur Tengah sepenuhnya aman. Ia meminta agar keselamatan WNI menjadi prioritas utama dan opsi relokasi maupun evakuasi melalui negara ketiga telah disiapkan sejak dini.
“Saya dengar dari Kemenlu, untuk KBRI di Teheran sendiri sudah disiapkan negara ketiga yakni Azerbaijan sebagai langkah antisipasi,” kata Amelia.
Selain aspek keselamatan, ia juga mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi dampak konflik terhadap perekonomian nasional, terutama sektor energi dan stabilitas harga.
Konflik di Timur Tengah dilaporkan terus berkembang sejak akhir Februari 2026 dan memicu gangguan pada jalur energi global. Pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus melakukan pemantauan guna memastikan perlindungan WNI di wilayah terdampak.












