JAKARTA – Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, mengapresiasi produk UMKM mitra binaan yang dipamerkan dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta.
Saat mengunjungi booth Pertamina Patra Niaga, Minggu (2/8/2026), Siti Zahra menilai produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial melalui pemberdayaan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Salah satu produk yang mendapat perhatian berasal dari UMKM Narita Shibori. Dalam proses produksinya, pelaku usaha tersebut melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta.
Selain itu, UMKM Dara Baro asal Aceh turut menampilkan produk fesyen berbahan limbah kain wastra Nusantara yang diolah kembali menggunakan teknik boro dari Jepang.
“Produk-produk ini memiliki nilai yang sangat luar biasa karena mampu memberdayakan kelompok-kelompok hebat di masyarakat. Ada karya dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang membuktikan mampu menghasilkan produk berkualitas,” ujar Siti Zahra.
Ia berharap program pendampingan UMKM terus diperluas agar semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh manfaat, khususnya di wilayah operasional Pertamina Patra Niaga.
Sementara itu, VP Community Involvement and Development (CID) Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan perusahaan terus mendorong program pemberdayaan UMKM yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menambahkan pembinaan UMKM merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pengembangan kewirausahaan dan ekonomi masyarakat.












