Jakarta – Ketua Depimnas ReJO untuk Prabowo-Gibran, Taufan Rahmadi, menegaskan bahwa isu ijazah Joko Widodo (Jokowi) hanyalah upaya pengalihan isu. Menurutnya, sebagian pihak sengaja menciptakan kegaduhan dengan mempersoalkan ijazah Presiden ke-7 Indonesia tersebut dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Jokowi justru menunjukkan keteladanan. Beliau tetap tenang, sabar, dan menjunjung tinggi adab negarawan. Meski dihujani tuduhan, beliau memilih klarifikasi dan langkah hukum sesuai konstitusi,” tegas Taufan Rahmadi, Rabu (16/4/2025).
ReJO tidak akan diam karena masalah ini menyangkut martabat mantan presiden. “Ini bukan sekadar soal ijazah, tapi kehormatan pemimpin yang telah berjasa bagi negeri,” jelasnya.
Taufan menyebut kelompok yang mendatangi UGM untuk “mencari bukti” sebagai orang yang tersesat. “Ironis, fakta hukum dan akademik diabaikan hanya demi popularitas,” ujarnya.
Ijazah Jokowi telah diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Pilkada Solo 2005 hingga Pilpres 2019. UGM juga telah menegaskan bahwa Jokowi adalah alumni sah.
“Budaya kita mengajarkan tanggung jawab dalam bertutur. Falsafah Jawa mengatakan, ‘Ajining dhiri saka lathi’—kehormatan terlihat dari ucapan. Penyebar fitnah justru merusak diri sendiri,” ungkapnya.
Jokowi tidak hanya menunjukkan ijazahnya, tetapi juga menolak menjadikan media sebagai ajang debat tidak produktif. “Ini sikap negarawan sejati,” tegas Taufan.
ReJO mendesak aparat hukum bertindak tegas terhadap pencemaran nama baik. “Harus ada efek jera bagi pelaku kampanye hitam,” tegasnya.
ReJO mendukung penuh Prabowo-Gibran.untuk melanjutkan pembangunan. “Jika ada yang menggangu dengan fitnah, itu sabotase masa depan bangsa,” pungkasnya.












