Paringin – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Balangan terus memperkuat kualitas pelayanan publik. Caranya, lewat berbagai inovasi berbasis teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung pelaksanaan tugas di bidang kesatuan bangsa dan politik secara lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Setidaknya ada lima inovasi yang kini dikembangkan Kesbangpol Balangan.
Pertama, Kajember (Kami Jemput Berkas). Layanan ini menghadirkan penjemputan berkas secara langsung. Program ini memudahkan masyarakat dan organisasi dalam mengurus administrasi tanpa harus datang ke kantor.
Kedua, Si Papah (Sistem Pengajuan Proposal Hibah Partai Politik). Inovasi ini menjadi solusi digital untuk mempercepat proses pengajuan, verifikasi, dan pengelolaan hibah partai politik secara tertib dan transparan.
Ketiga, Si Petes Uren (Sistem Informasi Pelaksanaan Tes Urine ASN). Inovasi ini mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pelaksanaan tes urine yang lebih terdata, sistematis, dan mudah dipantau.
Keempat, Sikanda (Sistem Informasi Kewaspadaan Dini Daerah). Inovasi ini berfungsi mengumpulkan, mengolah, dan menyampaikan informasi secara cepat dan terintegrasi untuk mengantisipasi potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Kelima, Sivita (Sistem Informasi Verifikasi Digital). Inovasi ini dikembangkan untuk mempercepat proses verifikasi dokumen dan administrasi secara digital. Hasilnya, pelayanan menjadi lebih efisien, akurat, dan transparan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kabupaten Balangan, Hilmi Arifin, Jumat (5/6) mengatakan inovasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Inovasi yang kami lakukan merupakan upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat. Selain itu, inovasi ini menjadi bentuk komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi melalui berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, memperkuat pengawasan dan deteksi dini daerah, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.












