KOTABARU — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kotabaru yang baru, Sony Tua Halomoan, menyiapkan tiga pilar strategi sebagai fokus utama dalam 100 hari pertama masa jabatannya guna memperkuat pendapatan daerah.
Sony menegaskan bahwa langkah awal dimulai dari pembenahan internal organisasi agar lebih responsif terhadap target pendapatan yang telah ditetapkan.
“Dalam seratus hari ke depan, Bapenda Kotabaru akan menjalankan strategi terukur melalui konsolidasi internal, menyelaraskan seluruh bidang agar bekerja dalam satu irama untuk mencapai kinerja optimal,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, Bapenda juga akan melakukan inventarisasi data pendapatan melalui audit dan pendataan ulang terhadap seluruh sumber pendapatan. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi secara lebih akurat sekaligus menentukan target yang realistis.
Sony menambahkan, penguatan kemandirian fiskal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Menurutnya, ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat perlu ditekan dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Setelah internal solid dan data sudah jelas, barulah kita bisa memastikan pencapaian target yang tepat sasaran,” katanya.
Ia melihat potensi ekonomi Kotabaru yang luas masih dapat dioptimalkan. Namun, eksplorasi sumber pendapatan baru akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari rencana jangka menengah dan panjang.
Untuk jangka pendek, Bapenda akan fokus pada penyesuaian target kinerja serta optimalisasi pendapatan yang sudah ada, termasuk dari sektor transfer pusat.
Sony juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pajak bagi pelaku usaha dan investor yang beroperasi di Kotabaru.
“Dunia usaha yang berinvestasi di Kotabaru memiliki tanggung jawab moral dan legal untuk memenuhi kewajiban pajak daerah. Ini adalah kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, fondasi ekonomi Kotabaru akan semakin kuat di masa mendatang.












