KOTABARU — Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar program Keluarga Berencana (KB) Serentak di seluruh kecamatan pada 9–15 Februari 2026. Program ini diarahkan untuk memperluas penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sekaligus menekan laju pertumbuhan penduduk.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kotabaru, Sri Sulistyani, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).
Menurut Sri Sulistyani, sasaran utama kegiatan ini adalah peserta KB baru, khususnya pasangan usia subur yang belum menggunakan alat kontrasepsi, termasuk ibu pasca persalinan dan pasca keguguran. Pemkab Kotabaru menargetkan lebih dari 600 peserta baru selama pelaksanaan KB Serentak.
Pelaksanaan program melibatkan penyuluh KB, tenaga kesehatan, bidan desa, serta dukungan lintas sektor. Aparat kewilayahan turut dilibatkan untuk membantu mobilisasi dan sosialisasi, terutama di wilayah desa dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Selain pengendalian jumlah penduduk, program ini juga difokuskan pada upaya menjaga kesehatan ibu dan anak. Perencanaan kehamilan melalui MKJP dinilai berperan penting dalam mengatur jarak kelahiran, menurunkan risiko kehamilan berisiko, serta mendukung pencegahan stunting.
Sri Sulistyani menegaskan bahwa tantangan utama masih berada di wilayah terpencil. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan KB dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Pemkab Kotabaru berharap KB Serentak tidak hanya meningkatkan angka kesertaan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa perencanaan keluarga merupakan kebutuhan dasar untuk menciptakan keluarga sehat dan sejahtera.












