MADIUN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meningkatkan pengawasan di sejumlah jalur kereta api yang rawan longsor menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.
Tiga jalur yang menjadi perhatian khusus yakni Madiun–Babadan, Saradan–Wilangan, serta Rejotangan–Blitar. Ketiga titik tersebut berada di wilayah dengan kondisi geografis yang rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi.
Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah daerah perhatian khusus (Dapsus) untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara intensif karena kondisi cuaca berpotensi memicu longsoran tanah di sekitar jalur rel.
Petugas disiagakan untuk melakukan pemantauan jalur secara berkala, baik melalui patroli langsung maupun pemeriksaan kondisi rel dan lingkungan di sekitar jalur kereta.
Selain itu, KAI juga menyiapkan peralatan tanggap darurat serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan di jalur rel.
Di jalur Rejotangan–Blitar, pengawasan turut ditingkatkan karena terdapat sejumlah jembatan dengan aliran sungai yang cukup besar. Peningkatan debit air saat musim hujan berpotensi memengaruhi keamanan jalur kereta api.
Sebagai bagian dari kesiapan menghadapi lonjakan penumpang, KAI Daop 7 Madiun juga menyiagakan ratusan personel operasional dan keamanan untuk memastikan perjalanan kereta tetap aman dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran 2026.


