Kuwait – Sebuah jet tempur F-15 Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait pada Senin (2/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk.
Dikutip dari Tempo yang melansir sejumlah media internasional, pilot pesawat berhasil melontarkan diri sebelum pesawat menghantam daratan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap dari lokasi kecelakaan yang disebut berada di area dekat perbatasan Kuwait–Irak.
Laporan awal menyebutkan pilot ditemukan dalam kondisi selamat dan sempat mendapat bantuan warga setempat sebelum tim tanggap darurat tiba di lokasi. Hingga kini, otoritas militer Amerika Serikat belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pilot maupun kronologi lengkap insiden tersebut.
Tim penyelamat langsung dikerahkan untuk mengamankan area kecelakaan serta melakukan penanganan awal. Penyebab jatuhnya pesawat masih dalam proses penyelidikan, dan pejabat militer disebut akan menelusuri berbagai kemungkinan, mulai dari gangguan teknis hingga faktor operasional. Tidak ada indikasi resmi yang mengaitkan insiden ini dengan serangan militer.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan Teluk dalam beberapa hari terakhir. F-15 Strike Eagle sendiri merupakan jet tempur multiperan yang digunakan Angkatan Udara AS untuk misi superioritas udara dan serangan presisi.
Berdasarkan data terbaru, Angkatan Udara Amerika Serikat mengoperasikan sekitar 334 unit jet tempur F-15 dalam berbagai varian. Versi terbaru F-15EX Eagle II diperkirakan memiliki nilai antara US$90 juta hingga US$138 juta per unit.
Pihak militer AS dan pemerintah Kuwait diperkirakan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah investigasi awal selesai dilakukan.












